Jum'at, 25/09/2020 09:49 WIB

Petani Millenial Kerinci Ikut Sukseskan Kostratani

Selanjutnya Gunariadi pernah mengusulkan kepada Bupati Kerinci untuk membuat suatu pengembangan kopi organik (non pestisida)

Duta petani milenial Kabupaten Kerinci, Gunariadi.

Jambi, Jurnas.com - Semangat Kementerian Pertanian untuk menggenjot sektor pertanian dengan memaksimalkan Kostratani, disambut di Kabupaten Kerinci, Jambi.

Kerinci memiliki potensi untuk pengembangan pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. Potensi inilah yang dimanfaatkan oleh salah seorang duta petani milenial Kabupaten Kerinci, Gunariadi.

Gunariadi, yang saat ini memiliki lahan kopi seluas 20 hektare menceritakan bagaimana awalnya sukses berbisnis di komoditas kopi.

"Saya bermitra dengan petani kopi sejak tahun 2015. Saya memantau harga kopi disini khusunya Robusta dimana keuntungannya sangat sedikit ketika berbagi dengan mitra. Dari situ saya melihat, ini tidak menguntungkan, tidak bisa menaikkan harga di petani. Saya coba produksi kopi dengan menggunakan karung goni dan mendapat respon positif ketika dipasarkan di media sosial," kata Gunariadi pada Rabu (12/8). 

 

Gunariadi berkeinginan bagaimana menambah nilai jual kopi di kalangan petani dengan kreativitas yang dimilikinya. "Saya beri perlakuan khusus dan pengorbanan terhadap kopi ini sehingga dapat menambah nilai jual kopi di petani. Sejak saat itulah banyak media cetak dan elektronik datang meliput kegiatan produksi kopi kami ini dan semakin viral," ujarnya.

Selanjutnya Gunariadi pernah mengusulkan kepada Bupati Kerinci untuk membuat suatu pengembangan kopi organik (non pestisida).

"Saya bermimpi Kabupaten Kerinci ini dibuat suatu produk kopi yang berlisensi organik dan harus melakukan konversi dahulu selama 2 tahun, dimana selama 2 tahun tersebut tidak ada upaya menggunakan pestisida. Untuk tahap awal kita ubah dulu pola pikir petani Kerinci dari menggunakan pestisida ke organik," ujarnya.

Selain kopi, Gunariadi juga mulai mengembangkan bisnis di komoditas kayu manis. Semua bisnis kopi dan kayu manis Gunariadi ini dibuat dengan nama "Parfum Kopi Kerinci". Semua produknya juga sudah terdaftar di BPPOM dan telah didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Di beberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Kementan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus meningkatkan peran Kostratani untuk mengimplementasikan program–program Kementan.

"Kostratani diperkuat karena kegiatannya langsung bersinggungan dengan petani di lapangan. Di Kostratani ini juga petani bisa mendapatkan informasi atau mendapatkan penyuluhan agar hasil pertaniannya lebih maksimal. Salah satu semangat Kostratani adalah menghadirkan dan mendukung petani milenial. Karena di Kostratani ada kegiatan belajar demplot atau sekolah lapang," ujar Syahrul

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa keberadaan duta petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.

"Mereka (duta petani milenial) diharapkan mampu menarik minat generasi muda milenial menekuni usaha dibidang pertanian. Apalagi sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga ke hilir," ujar Dedi.

 

TAGS : Petani Millenial Penyuluh Pertanian Dedi Nursyamsi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :