Sabtu, 26/09/2020 09:41 WIB

Tufayli Minta Pemimpin Hizbullah Diadili

Hassan Nasrallah yang memimpin kelompok Lebanon yang didukung Iran harus diadili, bersama dengan pendukungnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Subhi Al-Tufayli mengatakan Hizbullah bertanggung jawab atas masalah-masalah di Timur Tengah. (FILE / AFP)

Dubai, Jurnas.com - Mantan pemimpin Hizbullah, Subhi Al-Tufayli mengatakan, organisasi milisi saat ini bertanggungjawab atas hancurnya Lebanon.

Tufayli mengatakan, Hassan Nasrallah yang memimpin kelompok Lebanon yang didukung Iran harus diadili, bersama dengan pendukungnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Tufayli, Sekretaris Jenderal Hizbullah pertama dari tahun 1983 hingga 1984, mengatakan, di atas pemerintahan Lebanon, Perdana Menteri Hassan Diab adalah kepemimpinan Hizbullah dan karena itu kepemimpinan kelompok adalah akar masalahnya.

Tufayli mengatakan kepemimpinanlah yang harus bertanggung jawab.

Kelompok Lebanon Hizbullah yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh AS, Inggris, Uni Eropa dan negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi - adalah milisi Syiah proksi Iran.

Hizbullah didirikan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran di Lebanon pada tahun 1982 dan tetap bergantung pada keuangan dan dukungan Iran.

Mantan pemimpin Hizbullah itu mengatakan bahwa senjata Hizbullah yang dipasok oleh Iranlah yang menghancurkan Lebanon dan negara-negara lain di kawasan itu.

"Senjata-senjata ini menghancurkan Suriah. Senjata-senjata ini menghancurkan Irak. Senjata ini menghancurkan Yaman. Senjata-senjata ini menghancurkan Lebanon. Senjata ini meledakkan Beirut," katanya.

Komentar Tufayli datang ketika pemerintah Lebanon mengundurkan diri pada Senin (11/8) kurang dari seminggu setelah ledakan besar melanda Beirut.

Ledakan yang diduga disebabkan oleh lebih dari 2.700 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di Pelabuhan Beirut, menewaskan sedikitnya 160 orang, melukai ribuan orang dan membuat ratusan ribu orang di ibu kota mengungsi.

Diab, yang menjabat Desember lalu, sudah berada di bawah tekanan karena kurangnya kemajuan dalam menyelesaikan situasi keuangan dan ekonomi negara yang mengerikan. (Press TV)

TAGS : Hizbullah Subhi Al-Tufayli Hassan Nasrallah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :