Sabtu, 26/09/2020 08:36 WIB

BPP Kostratani Fatuleu Latih Petani soal Pemupukan Tanaman Tomat

Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan konsumsi tomat juga sangat tinggi yang ditunjukkan dari meningkatnya permintaan tomat setiap tahunnya.

Petani menyiapkan lahan untuk pembibitan sayuran. (Foto: Ist)

Kupang, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengingatkan penyuluh pertanian agar dapat menyosialisasikan penggunaan pupuk secara berimbang.

"Pupuk merupakan barang strategis yang berperan penting dalam menentukan kelancaran pembangunan nasional. Produksi dan distribusi harus terus berjalan. Namun jangan abai pada pemanfaatan pupuk efisien dan tepat guna melalui pemupukan berimbang," ujar Syahrul

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga mengatakan bahwa penggunaan pupuk harus sesuai karakteristik lahan seperti sawah, lahan kering, rawa pasang surut, rawa lebak.

"Pupuk harus spesifik komoditas. Misalnya tanaman semusim, tahunan perkebunan dan hortikultura. Satu jenis pupuk tidak mungkin bisa untuk semuanya, karena setiap tanaman, setiap lahan, dan setiap musim itu untuk dan berbeda,” Ujar Dedi.

Instruksi tersebut diwujudkan oleh BPP Fatuleu beserta Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) dengan mengadakan pelatihan mengenai pupuk dan pemupukan yang dikhususkan pada tanaman tomat.

Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan konsumsi tomat juga sangat tinggi yang ditunjukkan dari meningkatnya permintaan tomat setiap tahunnya.

Terlihat antusiasme dari peserta pelatihan yang berasal dari Kelompok Tani (Poktan) Sabu Bani di Desa Camplong II, Kecematan Fatuleu, Kabupaten Kupang pada Senin (10/8).

"Saya berusaha semaksimal mungkin memberikan edukasi yang baik terhadap petani mengenai pupuk dan pemupukan, sehingga dapat memperkaya pengetahuan petani mengenai pupuk dan juga dapat mereka terapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari," Welem Tana selaku pemateri.

Welem Tana mengajak petani agar lebih selektif dalam memperhatikan ketepatan waktu pemberian pupuk dan juga jenis pupuk apa saja yang hendak digunakan sehingga dapat berdampak pada peningkatan produksi di sektor pertanian.

Ditambahkannya, pelatihan ini tidak hanya berhenti sampai disini, namun akan terus mendapat pendampingan dan monitoring dari Penyuluh Pertanian Lapangan sehingga dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

TAGS : Tanaman Tomat Dedi Nursyamsi Penyuluh Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :