Jum'at, 25/09/2020 00:53 WIB

Panen Padi Berakhir, Petani di Ngaringan Langsung Sebar Benih Kedelai

Kendala yang dihadapi saat ini adalah perpipaan belum kurang lancar karena adanya pembangunan jaringan, serangan OPT seperti ulat penggulung daun dan penggerek polong

Tampak petani berjalan di ladang kedelainya (Foto: AFP)

Grobogan, Jurnas.com - Setelah panen padi, para petani di Ngaringan, Grobogan tak diam, namun langsung melakukan sebar benih kedelai. Penerapan sistem Tanam Olah Tanam (TOT) ini juga dapat menghemat biaya tenaga kerja tanam agar lebih efisien dan juga untuk menjaga ketersediaan kedelai.

Hal ini tidak terlepas dari dorongan dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Kostratani Ngaringan gencar mengawal dan mendampingi dari proses tanam hingga panen kedelai sehingga stok kedelai aman.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ngaringan, Moh Matamari mengatakan hingga akhir bulan Juni musim tanam (MT) III ini terdapat tanaman kedelai seluas 535 hektare di Kecamatan Ngaringan, yang terdiri dari Desa Belor 196 hektare, Desa Ngarap-arap 209 hektare, dan Desa Tanjungharjo 130 hektare.

"Alhamdulillah tahun ini, petani bersemangat tanam kedelai walau kondisi masih pandemi COVID-19. Cuaca juga mendukung, ketersediaan air cukup karena pada awal tanam masih ada hujan kiriman," ujar Matamari saat di temui di hamparan sawah Desa Belor, Selasa (11/8).

Matamari menambahkan, kendala yang dihadapi saat ini adalah perpipaan belum kurang lancar karena adanya pembangunan jaringan, serangan OPT seperti ulat penggulung daun, penggerek polong dan lainnya, serta ketersediaan benih varietas Gepak Ijo yang bersertifikat sulit didapat.

"Jaringan pipa masih diperbaiki, untuk pengendalian OPT, kami sudah koordinasi dengan POPT untuk dilakukan pengendalian OPT secara bijak dan menggunakan agensia hayati. Karena ketersediaan benih bersertifikat terbatas, petani umumnya masih mengandalkan sistem jaringan antar lapangan," ujarnya.

"Petani juga berharap varietas Gepak Ijo dirilis untuk perbanyakan, karena menjadi primadona petani di Kecamatan Ngaringan selain lebih adaptif dan harga jualnya lebih kompetif serta menguntungkan petani," tambahnya.

 

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Djono menyampaikan, luas tanam kedelai di kabupaten Grobogan bulan Januari–Agustus 2020 ini 1.239 hektare.

"Saat ini memang banyak petani yang beralih ke komoditas lain seperti jagung, kacang hijau, semangka, timun dan lain-lain yang dianggap petani lebih menguntungkan. Sehingga dengan semangat petani kedelai di Kecamatan Ngaringan ini, saya patut bangga dan akan terus mengawal agar produksi kedelai tercukupi melalui program-program pemerintah baik dari Pusat maupun daerah," kata Djono.

Djono mengatakan, 2020 ini ada program pengembangan kedelai dari anggaran APBD 1 dan APBN. Termasuk pengembangan display tumpang sari kedelai dan hortikultura dari APBD II, agar keuntungan yang diraih petani berlipat. Dengan program-program tersebut diharapkan meningkatkan minat tanam kedelai dalam rangka pemenuhan pangan nasional.

Djono juga menambahkan, upaya mengatasi permasalah tersebut di atas dengan menggalakan program korporasi petani yang bertujuan untuk membangun kemitraan antara petani produsen benih dan off-taker (pembeli calon benih) sehingga saling mendukung satu sama lain.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada berbagai kesempatan tak henti mengajak seluruh insan pertanian untuk tetap produktif terutama di suasana pandemi.

"Kami dorong percepatan tanam di semua daerah. Kami minta daerah agar tidak membiarkan lahan menganggur, harus tertanami semua. Kami siap bantu, ini untuk memperkuat ketersediaan pangan," ujar Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi pun menaruh harapan tinggi kepada penyuluh pertanian untuk selalu mendampingi petani agar menggenjot produksi.

"Yuk kita tanam. Jangan ada sejengkal tanah, sejengkal waktu, untuk tidak menanam. Setiap saat setiap tempat harus tanam. Dengan cara ini, Indonesia akan mampu menyiapkan pangan sendiri, bahkan surplus pangan. Kita negara tropis, air banyak, cahaya matahari sangat terang, kita bisa menanam," katanya.

TAGS : Petani Grobogan Dedi Nursyamsi Penyuluhan Pertanian Benih Kedelai




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :