Sabtu, 19/09/2020 22:16 WIB

Mengenal Mahmoud Darwish, Penyair Cinta Asal Palestina

Penyair Palestina Mahmoud Darwish meninggal pada tanggal 9 Agustus 2008

Penyair Palestina, Mahmoud Darwish

Jakarta, Jurnas.com - Penyair Palestina Mahmoud Darwish meninggal pada tanggal 9 Agustus 2008. Ia dikenal sebagai penyair cinta, penyair perlawanan dan penyair Palestina.

Darwish lahir pada tahun 1941 di desa Palestina di Birwa yang terletak di pinggiran Acre, Palestina. Selama Nakba 1948, ketika negara Israel dideklarasikan di Palestina dan 750.000 orang Palestina diusir dari rumah mereka, keluarganya menemukan diri mereka di Lebanon.

Mereka tinggal di sana selama satu tahun dan kemudian kembali ke desa mereka, hanya untuk menemukan bahwa desa itu telah dihancurkan dengan tanah oleh pasukan pendudukan Israel yang baru lahir; pemukiman Yahudi baru dibangun di atas reruntuhannya. Keluarganya pindah ke desa Arab lain, tempat Darwish tumbuh seperti yang kita kenal sekarang sebagai pengungsi internal.

Pada tahun 1961, pemuda Darwish ditangkap oleh otoritas pendudukan Israel untuk pertama kalinya karena komentar, puisi, dan aktivitas politik anti-pendudukannya. Dia ditempatkan di bawah tahanan rumah beberapa kali sebelum meninggalkan Palestina pada awal 1970-an untuk belajar di Uni Soviet. Setelah setahun dia pindah ke Kairo dan kemudian Lebanon, bergabung dengan Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 1973.

Menempati beberapa posisi, dia juga ketua Persatuan Penulis dan Jurnalis Palestina. Sebagai pendiri majalah Al Karmel pada tahun 1981, dia tetap menjadi pemimpin redaksi sampai kematiannya. Penyair itu juga bekerja untuk majalah Urusan Palestina , yang diterbitkan di Beirut, dan kemudian menjadi direktur Pusat Penelitian PLO.

Setelah invasi Israel ke Lebanon pada tahun 1982, Darwish pindah antara Prancis, Suriah, Tunisia, Siprus, dan Kairo sebelum kembali ke Palestina. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah dokumen kemerdekaan Palestina 1988 yang diumumkan di Aljazair.

Pada 6 Agustus 2008, Darwish menjalani operasi jantung terbuka di Houston, Texas dan mengalami koma dan tidak pernah sembuh. Dia meninggal tiga hari kemudian.

Jasadnya dikembalikan ke Palestina dan dimakamkan di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki. Ribuan warga Palestina ikut serta dalam pemakamannya.

Karya-karya Mahmoud Darwish telah diterjemahkan ke dalam setidaknya 39 bahasa, dan banyak yang masih diterbitkan hingga saat ini, baik dalam bahasa sendiri maupun sebagai koleksi.

TAGS : Penyair Palestina Mahmoud Darwish




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :