Kamis, 01/10/2020 13:25 WIB

Kostratani Sigaluh Banjarnegara Aktifkan Kembali Pertemuan Poktan

Kebutuhan akan saling bertemu atau bersilaturahmi, bertukar fikiran, bertukar informasi dan pengalaman antar petani mendesak untuk dilakukan

Penyuluh Pertanian dan Poktan Sri Waluyo sedang melakukan pertemuan. (Foto: BPPSDMP)

Banjarnegara, Jurnas.com - Hampir tiga bulan kegiatan pertemuan Kelompok Tani (Poktan) Sri Waluyo V di Desa Prigi Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa tengah sementara dinon aktifkan.

Namun untuk menyambut adaptasi di masa new normal, Poktan Sri Waluyo V sebagai salah satu binaan dari Kostratni Sigaluh, kegiatan rutin pertemuan poktan mulai diaktifkan, tentu dengan tetap mengedepankan protokoler kesehatan yang ada.

Kebutuhan akan saling bertemu atau bersilaturahmi, bertukar fikiran, bertukar informasi dan pengalaman antar petani mendesak untuk dilakukan, sehingga pertemuan kelompok tani sudah menjadi kebutuhan para petani untuk dilakukan.

"Salah satu tugas Konstratani di antaranya adalah melaksanakan koordinasi dan sinergi kegiatan pembangunan pertanian dengan penguatan kelembagaan petani, dan bulan ini penguatan kelembagaan melalui pertemuan kelompok tani sudah kita aktifkan kembali," ujar Puji Rahayu selaku koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sigaluh.

Ketua Poktan Sri Waluyo V, Sukiman mengkau sangat bersyukur karena pertemuan kelompok telah mulai diaktifkan Kembali walau masih dalam pembatasan dan ketat menerapka protokol Kesehatan.

"Kami sangat senang karena bisa bersilaturahmi lagi dengan para anggota dan pengurus, kami juga bisa mendapatkan pengarahan dan ilmu pertanian lterkini melalui penyuluh yang mendampingi kami, sehingga kami berharap produksi pertanian kami bisa lebih baik di masa pandemi ini," jelas Sukiman.

Penyuluh pertanian di Desa Prigi, Yekti Nunihartini menambahkan, pertemuan kelompok tani adalah suatu wadah atau sarana untuk mewujudkan impian petani dan tujuan bersama angota kelompok, melalui pertemuan kelompok.

"Diharapkan dapat meningkatakan ketrampilan, pengetahuan, dan pendapatan para anggota kelompok. Adapun kami sebagai penyuluh pertanian wajib mengawal dan mendampingi petani untuk lebih mempermudah aktivitas petani. Dan yang tak kalah penitngnya menjaga stok pangan terjamin," ujar Yekti.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasil Limpo di berbagai kesempatan memberikan semangat kepada para petani mengatakan, pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi, termasuk di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan akan terus berupaya meningkatkan peran Kostratani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian, sehingga dapat mendukung petani meningkatkan produktifitas pertanian.

 

TAGS : New Normal Kostratani Sigaluh Banjarnegara Dedi Nursyamsi Pertemuan Poktan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :