Rabu, 02/12/2020 13:20 WIB

Presiden Aoun Janji Usut Tuntas Ledakan Beirut

Ledakan yang terjadi pada Selasa (6/8) sore itu menyebabkan rumah sakit kewalahan. Sementara itu masih banyak korban terjebak di bawah puing-puing bangunan.

Presiden Lebanon Michel Aoun

Beirut, Jurnas.com - Presiden Lebanon, Michel Aoun berjanji untuk mengusut tuntas penyebab ledakan Beirut, yang menyebabkan setidaknya 135 orang tewas dan 5.000 lainnya terluka.

Ledakan yang terjadi pada Selasa (6/8) sore itu menyebabkan rumah sakit kewalahan. Sementara itu masih banyak korban terjebak di bawah puing-puing bangunan.

"Tidak ada kata untuk menggambarkan kengerian bencana yang terjadi di Beirut kemarin," kata Presiden Aoun dalam pertemuan kabinet darurat pada Rabu (5/8) kemarin dikutip dari NBC News pada Kamis (6/8).

"Saya mengulurkan hati dan perasaan saya kepada keluarga (korban). Dan saya berdoa agar Tuhan menyembuhkan yang terluka, menyembuhkan hati yang hancur, dan memberi kami semua energi dan tekad untuk berdiri bersama untuk menghadapi luka bakar yang menyakitkan yang telah mencoreng wajah Beirut," sambung dia.

Sementara itu, Gubernur Beirut Marwan Abboud menyebut biaya kerusakan ibu kota bisa mencapai US$3-5 miliar. Dia menambahkan bahwa ledakan itu telah membuat sedikitnya 200.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Di tempat lain, penyiar lokal LBCI melaporkan, pemerintah memutuskan untuk menempatkan semua pejabat pelabuhan di bawah tahanan rumah, sampai mereka menentukan siapa yang bertanggung jawab.

"Mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban kepada siapa pun dan di mana pun dia berada," tegas Menteri Dalam Negeri Mohammed Fahmi kepada awak media, seraya menambahkan bahwa penyelidikan akan memakan waktu maksimal lima hari.

Hingga hari ini, petugas penyelamat masih terus melakukan pencarian di sekitar puing-puing bangunan. Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab untuk sementara menyimpulkan ledakan disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang telah disimpan selama enam di salah satu gudang pelabuhan.

Adapun komando militer Lebanon meminta penduduk kota untuk mengevakuasi daerah di sekitar lokasi ledakan, di mana operasi penyelamatan terus berlangsung.

Menteri Kesehatan Lebanon, Hassa mengaku pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menempatkan rumah sakit lapangan terbuka untuk merawat yang terluka dengan cepat.

Ledakan mematikan itu terjadi di tengah upaya Lebanon berperang melawan krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah mata uangnya kehilangan 80 persen dari nilainya. Negara ini juga bergulat dengan dampak pandemi Covid-19.

TAGS : Ledakan Beirut Lebanon Michel Aoun




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :