Kamis, 03/12/2020 07:10 WIB

Ledakan di Beirut, Trump: Itu Bom, Bukan Ledakan Manufactur

Presiden Donald Trump menuding bahwa ledakan besar di pelabuhan utama Libanon yang mengguncang Beirut mungkin disebabkan oleh serangan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC, 1 Agustus 2019. (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Donald Trump menuding bahwa ledakan besar di pelabuhan utama Libanon yang mengguncang Beirut mungkin disebabkan oleh serangan, bukan ledakan biasa.

"Itu semacam bom. Saya bertemu dengan beberapa jenderal besar kita dan mereka sepertinya merasa begitu,”kata Trump dilansir BNN Bloomberg, Rabu (05/08).

"Ini bukan semacam jenis ledakan manufaktur," tambahnya.

Sebelumnya, pihak berwenang di negara itu mengatakan ledakan tersebut disebabkan oleh bahan peledak di pelabuhan, tetapi tidak mengatakan apakah itu kecelakaan atau serangan.

Korban jiwa terus meningkat sepanjang malam pada hari Selasa, dengan menteri kesehatan mengatakan sekitar jam 11 malam bahwa 67 orang tewas dan sekitar 3.600 lainnya terluka.

Perdana Menteri Hassan Diab menggambarkan ledakan itu sebagai "bencana besar nasional" dan mengatakan bahwa depot yang menjadi alasan ledakan itu ada di sana sejak 2014.

"Saya tidak akan beristirahat sampai kami meminta pertanggungjawaban siapa pun yang bertanggung jawab dan menghukum mereka dengan hukuman paling berat," katanya.

"Tidak dapat diterima bahwa 2.750 ton amonium nitrat telah disimpan dalam sebuah wadah di sebuah depot selama enam tahun terakhir," katanya dalam pertemuan Dewan Pertahanan Tinggi.

Rekaman video menunjukkan apa yang tampak seperti api, diikuti oleh lampu-lampu yang berderak dan kemudian ledakan yang jauh lebih besar ketika awan besar asap dengan cepat menyelimuti daerah di sekitar Pelabuhan Beirut.

Bangunan-bangunan di daerah itu dan beberapa mil jauhnya rusak parah, termasuk perusahaan listrik dan entitas pemerintah lainnya.

TAGS : Donald Trump ledakan Beirut




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :