Sabtu, 26/09/2020 08:08 WIB

Syarat TikTok Beroperasi, Trump: AS Harus Dapat Porsi

Layanan operasi TikTok akan ditutup pada 15 September kecuali Microsoft atau orang lain membelinya dan menyelesaikan kesepakatan yang tepat sehingga Departemen Keuangan AS mendapatkan banyak uang.

Aplikasi TikTok (Foto: The Sun)

Washingnton, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan, pemerintah Washington harus mendapatkan "porsi substansial" dari harga jual operasi TikTok di AS.

Perubahan haluan terjadi setelah Trump pada Jumat mengatakan, berencana untuk melarang operasi aplikasi TikTok milik China sesegera hari Sabtu setelah menolak kemungkinan penjualan ke Microsoft.

"Saya memang mengatakan, jika Anda membelinya, berapa pun harganya yang jatuh ke tangan siapa pun yang memilikinya, karena saya rasa itu adalah China pada dasarnya. Saya mengatakan sebagian besar dari harga itu harus masuk ke Perbendaharaan AS karena kami memungkinkan perjanjian ini terjadi," kata Trump pada Selasa (4/8).

Ia menambahkan, layanan operasi TikTok akan ditutup pada 15 September kecuali Microsoft atau orang lain membelinya dan menyelesaikan kesepakatan yang tepat sehingga Departemen Keuangan AS mendapatkan banyak uang.

Komentar Trump mengkonfirmasi laporan Reuters pada Minggu (2/8), yang mengatakan setuju untuk memberikan ByteDance 45 hari kepada China untuk menegosiasikan penjualan aplikasi video pendek TikTok yang populer ke Microsoft.

Trump yang merupakan mantan pengembang real estat New York, menggabarkan TikTok sebagai penyewa tuan tanah.  "Tanpa sewa, penyewa tidak memiliki apa-apa. Jadi, mereka (TikTok) harus membayar apa yang disebut uang utama atau mereka membayar sesuatu," ujar Trump

Presiden ke-45 AS itu mengatakan tidak keberatan apakah TikTok jatuh ketangan Microsoft atau orang lain (perusahaan AS).

Microsoft mengatakan pada Minggu (2/8) CEO Satya Nadella telah berbicara dengan Trump dan siap melanjutkan diskusi untuk mengeksplorasi pembelian TikTok di AS.

Microsoft mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengakuisisi TikTok dengan tunduk pada tinjauan keamanan lengkap dan memberikan manfaat ekonomi yang layak bagi AS, termasuk Departemen Keuangan AS.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyatakan TikTok dilarang demi melindungi keamanan nasional AS. Menurutnya, TikTok dan perusahaan perangkat lunak China lainnya yang beroperasi di AS seperti WeChat memberikan data pribadi warga AS kepada Partai Komunis China.

"Presiden Trump mengatakan, `Cukup`, dan kami akan memperbaikinya," kata Pompeo kepada Fox News, Minggu (2/8).

Pompeo mengatakan data pribadi warga AS yang dikumpulkan oleh perusahaan seperti TikTok bisa berupa pola pengenalan wajah, informasi tempat tinggal, nomor telepon, dan teman-teman yang terhubung dengan pengguna.

TAGS : Donald Trump Amerika Serikat Aplikasi TikTok Microsoft




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :