Sabtu, 26/09/2020 09:35 WIB

Penyuluh Wonogiri Optimalkan Peran Kostratani Dalam Panen Bawang Merah

Pemilihan varietas bawang merah bauji karena memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap serangan hama penyakit.

Petani di Wonogiri melakukan panen bawang merah. (Foto: BPPSMDP)

Wonogiri, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan sinergi dalam pembangunan pertanian. Salah satunya dengan memantapkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). Di Wonogiri, peran Kostratani dioptimalkan dalam panen bawang merah.

Panen bawang merah di desa Jendi, Desa Pule dan Desa Nambangan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri terdiri dari berbagai varietas antara lain varietas bauji, varietas Bima Brebes dan Varietas Batu Ijo seluas lima hektare.

Ketua Poktan Ngudi Kawruh Desa Jendi, Wahyudi menjelaskan pemilihan varietas bawang merah bauji karena memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap serangan hama penyakit.

"Hasil panen per hektare pada musim tanam ini mencapai 11 ton kering panen per hektare dengan harga 30.000 per kg," ujar Wahyudi.

Wahyudi juga menambahkan dimasa New Normal ini, petani diuntungkan dengan hasil panen yang laku dengan harga cukup tinggi.

"Harga bawang merah diperkirakan akan mengalami penurunan setelah panen raya pada musim kemarau. Seiring dengan bertambahnya pasokan untuk menekan harga di pasaran," pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Dewi Sri Kecamatan Selogiri, Sugito, menyatakan bahwa segenap penyuluh pertanian BPP Dewi Sri akan terus melakukan supervisi dan pengawalan terhadap kegiatan utama Kementerian Pertanian salah satunya ialah mengoptimalkan peran Kostratani.

Kerja sama antara petani dan penyuluh pertanian dalam mengelola usaha tani merupakan wujud dari dukungan terhadap program Kementerian Pertanian untuk menjaga stok bahan pokok.

Menurut Silvia PPL pendamping di Kecamatan Selogiri, hasil panen bawang merah kali ini luar biasa, apalagi saat ini petani dihadapkan dengan Covid 19 yang tak kunjung berakhir. Tapi hal tersebut tidak menghalangi para PPL dan petani untuk berkolaborasi mengejar panen bawang merah.

"Kami juga pastikan, proses panen berlangsung aman sesuai protokol kesehatan yang berlaku di tengah wabah COVID-19. Seperti anjuran untuk menggunakan masker/penutup wajah, menjaga jarak aman minimal satu meter, saat melakukan aktifitas tanam, dan senantiasa mencuci tangan dengan sabun setiap sebelum dan selesai melaksanakan aktivitas," pungkas Silvia.

Pada beberapa kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, dengan Kostratani, pertanian lebih maju mandiri bahkan lebih modern.

"Masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, 11 komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara optimal salah satunya ialah bawang merah," tegas Syahrul.

Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Dayan Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang mengatakan peran Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian.

"Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari hulu hingga hilir pertanian akan menjadi maju, mandiri dan modern. Apalagi di saat ini COVID-19 dan masa New Normal ini, peran Kostratani ini menjadi meningkat dalam menyediakan stok pangan," tegas Dedi.

TAGS : Peran Kostratani Wonogiri Bawang Merah Dedi Nursyamsi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :