Selasa, 29/09/2020 23:18 WIB

Trump Tetap Paksa TikTok Setuju Dijual ke Microsoft

Keputusan ini diambil setelah Trump berencana mengharamkan TikTok di AS setelah sebelumnya menolak untuk dijual ke Microsoft.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC, 1 Agustus 2019. (Foto: AFP)

New York, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan tenggat waktu selama 45 hari ke depan, agar ByteDance setuju menjual aplikasi populernya, TikTok ke Microsoft Corp.

Dikutip dari Reuters pada Senin (3/8), keputusan ini diambil setelah Trump berencana mengharamkan TikTok di AS setelah sebelumnya menolak untuk dijual ke Microsoft.

Sebelumnya, dari diskusi antara Trump dan CEO Microsoft Satya Nadella, menghasilkan keputusan bahwa Washington akan melanjutkan negosiasi untuk memperoleh TikTok dari ByteDance, guna mencapai kesepakatan pada 15 September.

Trump berubah pikiran setelah tekanan dari beberapa penasihatnya dan banyak di partai Republik-nya, menurut keterangan salah seorang sumber Reuters.

Larangan TikTok akan mengalienasi banyak pengguna mudanya menjelang pemilihan presiden AS pada November mendatang, dan kemungkinan akan memicu gelombang tantangan hukum.

Beberapa anggota parlemen Republik terkemuka mengeluarkan pernyataan dalam dua hari terakhir mendesak Trump untuk mendukung penjualan TikTok ke Microsoft.

"Menang-menang dalam pembuatan," ujar Senator Republik Lindsey Graham dalam cuitan di Twitter menanggapi sikap baru Trump.

Menurut sumber Reuters lagi, negosiasi antara ByteDance dan Microsoft akan diawasi oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS), panel pemerintah AS yang memiliki hak untuk memblokir perjanjian apa pun.

Microsoft mengingatkan dalam pernyataannya bahwa tidak ada kepastian kesepakatan akan tercapai.

"Microsoft sepenuhnya menghargai pentingnya mengatasi masalah Presiden. Perjanjian ini berkomitmen untuk mengakuisisi TikTok dengan tunduk pada tinjauan keamanan lengkap, dan memberikan manfaat ekonomi yang tepat untuk Amerika Serikat, termasuk Departemen Keuangan Amerika Serikat," tulis Microsoft.

Diketahui, Microsoft dapat mengundang investor Amerika lainnya untuk memperoleh saham minoritas di TikTok. Sekitar 70 persen dari modal luar ByteDance telah naik berasal dari Amerika Serikat.

Tidak jelas berapa banyak Microsoft bisa membayar untuk TikTok. Reuters melaporkan pekan lalu bahwa ekspektasi penilaian ByteDance untuk aplikasi tersebut melebihi $50 miliar.

Masalah utama dalam negosiasi akan memisahkan teknologi TikTok dari infrastruktur dan akses ByteDance, untuk mengurangi kekhawatiran AS tentang integritas data pribadi.

ByteDance juga memiliki aplikasi video pendek China disebut Douyin, yang didasarkan pada kode yang sama yang digunakan untuk TikTok.

Satu ide yang dipertimbangkan adalah untuk memberikan Microsoft dan ByteDance periode transisi untuk mengembangkan teknologi untuk TikTok, yang akan sepenuhnya terpisah dari ByteDance.

TAGS : Aplikasi TikTok Donald Trump Amerika Serikat Microsoft




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :