Sabtu, 08/08/2020 04:39 WIB

Sosialisasi 4 Pilar Di Stiper Flores, Gus Jazil: Semua Agama Menjiwai Pancasila

Dalam melawan Covid-19 diperlukan sikap kebersamaan dan saling membantu.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid gelar sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Flores, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, 30 Juli 2020

NTT, Jurnas.com - Di hadapan Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Flores, Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, 30 Juli 2020, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengakui dirinya kali pertama datang ke Ngada. “Ngada hawanya dingin namun warganya hangat,” ujarnya. Kelebihan daerah ini menurutnya, “kopi bajawa-nya sangat terkenal”.

Kedatangan Jazilul Fawaid ke kampus yang berada di bawah naungan yayasan pendidikan Katolik itu untuk melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih popular disebut dengan 4 Pilar MPR.

Dalam sosialisasi yang juga dihadiri oleh anggota MPR dari Fraksi PKB Dipo Nusantara, anggota DPRD dari beberapa kabupaten di Pulau Flores, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Th Yosnono, para Forkopimda, dan mahasiswa, mengambil tema ‘Aktualisasi Nilai 4 Pilar Kebangsaan Dalam Era New Normal’.

Jazilul Fawaid mengungkapkan dunia saat ini sedang dilanda Pandemi Covid-19. Sehingga dirinya datang ke kabupaten ini melalui prosedur protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Sekarang banyak orang takut pada Covid-19,” ujar pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pandemi Covid-19 disebut tidak hanya melanda Indonesia namun juga seluruh dunia. Negara-negara di Eropa yang terimbas wabah itu membuat gerak perekonomian di sana menjadi minus. Akibat yang demikian seluruh negara yang terdampak mengalami atau diambang krisis. “Kita tidak tahu kapan wabah ini berawal dan kapan berakhir,” ujarnya.

Tidak jelasnya penularan Covid-19 membuat semua pontang-panting.

Melawan Covid-19 dikatakan oleh Jazilul Fawaid jangan semua daerah disamaratakan. “Jangan semua sekolah dan pasar ditutup,” ucapnya.

Hal demikian disebut berbahaya dan merugikan masyarakat. Tidak semua daerah zona merah. Ada daerah yang berzona hijau. “Ngada zona aman,” sebutnya.

Meski demikian kabupaten ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Sikap yang berlebihan dalam menghadapi Covid-19 tidak menguntungkan masyarakat.

Pandemi Covid-19 menurut pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu tidak hanya menjadi tantangan dalam masalah perekonomian dan kesehatan namun juga dalam masalah kebangsaan. “Pancasila juga diuji,” tuturnya.

Dalam melawan Covid-19 diperlukan sikap kebersamaan dan saling membantu. Untuk itu diharapkan sikap gotong royong dan menjaga persatuan perlu dikedepankan. “Tanpa hal itu hidup akan menjadi lebih berat,” paparnya.

Ia bersyukur di Ngada rasa persatuan dan kesatuan terjaga. Gus Jazil mengakui nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Diceritakan bagaimana saat Sukarno menjalani pengasingan di Ende, ia menemukan nilai-nilai dan dasar-dasar negara. Nilai-nilai inilah yang menurut Gus Jazil perlu terus dilestarikan dan dijaga.

Masyarakat Pulau Flores mayoritas beragama Katolik. Ada ungkapan Soegijapranata, 100% Katolik, 100% Indonesia. Dari hal yang demikian, Gus Jazil menyebut agama yang ada di Indonesia menjiwai nilai-nilai Pancasila.

“Mari kita kuatkan Pancasila untuk membangun bangsa dan negara,” tegasnya.

Sebagai salah satu kabupaten yang berada di Nusa Tenggara Timur, Gus Jazil mendorong agar Ngada terus maju dan berkembang. Agar kabupaten ini berkembang, dirinya mendorong agar pemerintah kabupaten setempat untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. “Harus bersinergi dengan semua komponen yang ada,” paparnya.

TAGS : Kinerja MPR Jazilul Fawaid Covid-19 Ngada




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :