Sabtu, 06/06/2020 23:15 WIB

Senyum Telah Hiasi Bibir Kering Nenek Amah

Sejak dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung pada Jum`at (16/9) lalu, kondisi Nenek Amah berangsur pulih. Wajahnya sedikit cerah meski tampak lelah.

Nenek Amah yang sudah mendapat perawatan./foto:anam

Bandung - Sejak dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung pada Jum`at (16/9) lalu, kondisi Nenek Amah berangsur pulih. Wajahnya sedikit cerah meski tampak lelah. Keriputnya tak lagi suram. Ia mulai bisa menggerakkan tangan untuk meraih sesuatu, atau menunjuk untuk keperluan.

“Sekarang kondisinya sudah membaik. Muka tidak sepucat sebelumnya. Kulit tidak sekering sebelumnya. Dua hari setelah masuk IGD mendapat infus mulai punya energi. Sedikit demi sedikit sudah mulai bisa bicara lancar,” kata Mudris kepada jurnas.com/">Jurnas.com, pada Minggu (18/9) lalu.

Bukan hal yang mudah membawa Nenek Amah, memang. Medan yang sulit, lokasi yang terpencil adalah persoalan yang harus diatasi. Hanya keluarga masih kesulitan saat harus menunggu Nenek Amah di RS. Di samping kesulitan biaya untuk transportasi, meski patungan pun mereka masih kekurangan.

"Pihak keluarga sulit membawa pasien karena dililit ketidakmampuan ekonomi. Di Cadas Gantung itu kemampuan warga bergotong-royong sangat sulit karena semua penghuni di kampung itu secara ekonomi sama-sama miskin," ungkap Mudris.

Menurut Khoiril yang ikut membawa Nenek Amah ke RS bersama Mudris, soal pengobatan Nenek Amah memang sudah diproses di rumah sakit. Pihak RS pun menerima dokumen-dokumen data Nenek Amah secara baik, dan memproses perawatannya hingga sekarang. Hanya saja, menurut Khoiril, ia dan teman-temannya sedikit kerepotan soal biaya akomodasi harian bagi keluarga yang menunggu Nenek Amah. Pasalnya, perawatan Nenek Amah bisa jangka panjang untuk pemulihan fisik terlebih dahulu sebelum operasi.

“Darahnya termasuk golongan sulit dan butuh sampai 7 kantong. Keluarganya banyak yang tidak bisa beradaptasi dengan urusan sehari-hari di rumah sakit. Untuk biaya transportasi giliran saja sulit. Sementara kami patungan sana sini sedapatnya. Semoga bantuan semakin bertambah,” ujar Khoiril berharap.

Namun, upaya yang telah dilakukan relawan telah menampakkan perubahan. Jalan berliku yang dilalui sudah terlampaui. Senyum Nenek Amah sudah kembali cerah. Meski ruas tulangnya masih tampak dibalik kulit yang tak lagi kering. Kepasrahan nenek yang tinggal di Kampung Cadas Gantung, Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabuapten Bandung itu terbayar dengan munculnya para relawan yang berjibaku dengan keadaan yang menyekat.[]

TAGS : jurnas cadas gantung kabupaten bandung kecamatan cimenyan pon jabar tragedi nenek amah anggar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :