Minggu, 09/08/2020 04:23 WIB

Shafco Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersinergi Lawan Covid-19

Shafco yang menaungi brand Shafira, Zoya dan Zoya Cosmetics mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi melawan pandemi covid-19.

webinar bertajuk "Innovation & Synergy for Global Health Security & Pandemic" yang diselenggarakan Shafco pada Sabtu (25/07).

Jakarta, Jurnas.com - Shafira Corporation (Shafco) yang menaungi brand Shafira, Zoya dan Zoya Cosmetics mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi melawan pandemi covid-19.

Ajakan tersebut termaktub dalam sebuah event webinar bertajuk "Innovation & Synergy for Global Health Security & Pandemic" yang diselenggarakan Shafco pada Sabtu (25/07).

Deny Setiawan selaku CEO Shafira Corporation mengatakan, kegiatan ini adalah hasil kolaborasi dari para pelaku usaha dan akademisi yang memiliki misi untuk membantu pemerintah menanggulangi penyebaran virus Covid-19.

"Shafco menginisiasi semua pilar masyarakat untuk bersinergi mendukung program pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melawan Covid-19. Kegiatan ini meningkatkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan para pelaku usaha terutama dalam menangani pandemic Covid-19," kata Deni.

Menurut Deni, acara ini menjadi awal untuk program campaign Bersama Melawan Corona yang akan secara simultan dilakukan oleh Shafco bersinergi dengan semua pilar masyarakat termasuk perorangan.

"Harapannya dengan program Bersama Melawan Corona ini, menjadi gerakan yang menularkan semangat berkolaborasi melawan Corona ke berbagai daerah di Indonesia diantaranya meliputi program pemberdayaan ekonomi dan kesehatan masyarakat," tuturnya.

Relevansi dengan kondisi pandemic Covid-19 saat ini, lanjut Deni, inovasi yang dilakukan salah satu brand Shafco yaitu ZOYA mengarah ke pilihan Inovasi Produk Apparel yang memberi Solusi Kebutuhan Perlindungan Diri (Zoya Protect).

"ZOYA peduli dengan kenyamanan dan keamanan konsumen dengan menghadirkan koleksi smart daily wear hingga starterkit kebutuhan di era new normal yang mengandung teknologi anti virus, ZOYA Viroblock Series," tandasnya.

Deni menambahkan, Zoya Viroblock Series ini terinspirasi dari lounge wear style yang diaplikasikan melalui koleksi kerudung positive slogans, kerudung instan, khimar, tees positive slogans, matching set, blouse dan daily dresses yang bisa digunakan untuk aktivitas di dalam rumah maupun di luar rumah sebagai jawaban kebutuhan busana muslimah memasuki era New Normal.

"Jadi konsumen bukan hanya dapat manfaat dari teknologi textilenya saja, namun juga mendapat kepuasan dari fitur desainnya. Jadi dengan inovasi yang ZOYA lakukan benar-benar membuat kamu merasa terlindungi sepanjang hari," tegas Deny.

ZOYA Viroblock Series diciptakan sebagai produk yang memiliki fitur lengkap, berteknologi antivirus, stylish dengan harga terjangkau. Terlebih, ZOYA lovers juga dapat memperoleh produk-produk terbaru ZOYA Viroblock Series ini dengan cara pre-order.

Senada dengan Deni, Carlo Centonze, Swiss co-founder and Chief Executive Officer of HeiQ Group mengatakan, konfirmasi aktivitas antivirus HeiQ Viroblock terhadap SARS-CoV-2 merupakan pencapaian yang penting. Hasil riset ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk membantu menyediakan tekstil dengan tingkat perlindungan yang lebih baik terhadap virus dan berkontribusi pada upaya mitigasi pandemi global.

"ZOYA Viroblock Series adalah smart daily wear yang menggunakan material berteknologi Heiq Viroblock yang diaplikasikan pada koleksi kerudung dan busana muslim," ujar Carlo.

Selaim itu, menurut Carlo, teknologi ZOYA Viroblock sendiri memiliki kemampuan untuk membunuh virus SARS-cov-2 penyebab COVID-19 dalam hitungan menit, yang telah teruji pada uji laboratorium Swiss Textile Innovator Heiq dan Peter Doherty Institute for infection & Immunity di Melbourne.

"Teknologi Heiq Viroblock ini, selain dapat membunuh virus juga teruji dapat membunuh bakteri dan jamur. Selain itu, teknologi Viroblock yang diaplikasikan ke busana muslim pertama kali dilakukan oleh ZOYA dan untuk muslim apparel hanya ZOYA saja di dunia" papar Carlo.

Selain Deni dan Carlo, hadir juga dalam webinar tersebutdr. Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD. (Cand) selaku Expert on Global Health Security and Pandemi, Griffith University, Australia, -Dr. Maya Tejasari, dr., M.Kes.
Peneliti Kopidprotection FK UNISBA dan Akhmad Saikhu, SKM, MSc.PH selaku Kepala BBPP Tanaman obat dan obat tradisional.
 

TAGS : Pandemi Covid-19 Shafira Coorporation




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :