Kamis, 22/10/2020 21:50 WIB

Universitas Terbuka Gelar Wisuda Daring di tengah Pandemi Covid-19

Universitas Terbuka (UT) menggelar wisuda dalam jaringan (daring) pada Selasa (21/7), di tengah pandemi Covid-19. Prosesi wisuda periode ke-II yang diikuti oleh 903 mahasiswa tersebut berlangsung secara khidmat.

Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Universitas Terbuka (UT) menggelar wisuda dalam jaringan (daring) pada Selasa (21/7), di tengah pandemi Covid-19. Prosesi wisuda periode ke-II yang diikuti oleh 903 mahasiswa tersebut berlangsung secara khidmat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat mengatakan di tengah pandemi Covid-19 saat ini pendidikan jarak jauh (PJJ) menjadi hal yang paling dibutuhkan, guna tetap melangsungkan kegiatan pembelajaran.

Karenanya, Universitas Terbuka yang sudah 36 tahun berkiprah sebagai pionir PJJ di Indonesia, menjadi acuan di saat perguruan tinggi konvensional tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka.

"Pandemi memaksa perguruan tinggi lainnya di luar Universitas Terbuka untuk melakukan PJJ, karena tidak mungkin melakukan pembelajaran konvensional," kata Ojat.

Prosesi wisuda daring ini juga diikuti oleh empat orang mahasiswa Indonesia dari luar negeri, sambung Ojat, sebagai bukti bahwa Universitas Terbuka tidak hanya menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat di dalam negeri.

Ojat menyebut mereka yang diwisuda kali ini merupakan sebagian kecil dari 2.500-3.000 mahasiswa Universitas Terbuka yang sedang berkarir di luar negeri.

"Orang Indonesia yang ada di luar negeri sangat banyak, tapi pada saat ini yang kita layani sekitar 2.500-3.000 orang. Mereka adalah WNI yang bekerja umumnya di enam negara yakni Malaysia, Siangpura, Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, Taiwan," papar Ojat.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Ma`ruf Amin yang memberikan sambutan dalam wisuda daring ini mengapresiasi Universitas Terbuka, karena telah menjadi mitra pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia, melalui pelaksanaan PJJ.

Universitas Terbuka yang menerapkan pembelajaran daring, dan memiliki keunggulan dari segi biaya, telah memperluas akses masyarakat di seluruh lapisan untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi.

"Dengan adanya Universitas Terbuka sebagai pionir PJJ, dapat mendorong Angka Partisipasi Kasar (APK) di perguruan tinggi. Hal itu sesuai juga dengan road map pemerintah," kata Wapres.

Wapres juga mengakui bahwa Universitas Terbuka sudah selangkah lebih maju dari perguruan tinggi konvensional dalam hal pelaksanaan PJJ. Karenanya Wapres menyebut UT pantas dijadikan pemimpin dalam pembelajaran daring.

"Kita akui untuk pembelajaran daring, Universitas Terbuka menjadi pemimpin, jauh dari perguruan tinggi lainnya. Selain biaya terjangkau, Universitas Terbuka bisa diakses siapapun, dan kualitasnya terjamin," tandas Wapres Ma`ruf Amin.

Diketahui, 903 mahasiswa yang mengikuti wisudah periode ke-II ini terdiri dari lulusan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, serta Program Magister.

Para wisudawan mengikuti acara wisuda dari rumah masing-masing. Adapun khusus untuk lulusan terbaik sebanyak lima mahasiswa, mengikuti acara wisuda yang tersebar di 39 kantor Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka.

Sementara prosesi wisuda yang dihadiri oleh Senat Universitas Terbuka berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), dengan tetap manaati protokol kesehatan.

TAGS : Universitas Terbuka Wisuda Daring Pendidikan Jarak Jauh




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :