Selasa, 29/09/2020 05:22 WIB

Israel Tahan Gubernur Palestina atas Dugaan Terorisme

Selama dua tahun terakhir, Gubernur tersebut telah ditangkap oleh pasukan keamanan Israel lebih dari 17 kali, 

Gubernur Palestina dari Yerusalem yang diduduki al-Quds, Adnan Ghaith (kiri). (Foto: Press TV)

Tel Aviv, Jurnas.com - Rezim Israel sedang menyelidiki Gubernur Palestina, Adnan Ghaith  yang ditahan di Yerusalem yang diduduki al-Quds atas dugaan keterlibatan dalam `terorisme`. Tudingan ini merupakan pertama atas pejabat yang sering ditangkap tersebut.

Dilansir dari Press TV, Adnan ditahan pada Minggu (19/7) pagi ketika pasukan Israel menyerbu rumahnya di lingkungan Silwan di pinggiran Kota Tua Yerusalem al-Quds.

Selama dua tahun terakhir, ia telah ditangkap oleh pasukan keamanan Israel lebih dari 17 kali, menurut kantor berita resmi Palestina Wafa, biasanya atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan politik "ilegal" di kota itu.

Pengacaranya, Mohammed Mahmoud, mengatakan pada Senin (20/7), selain pelanggaran politik, gubernur sedang diperiksa atas perencanaan tindakan terorisme dan belum ada tanda akan segera dibebaskan.

Pada penangkapan sebelumnya, Ghaith dibebaskan dalam satu atau dua hari setelahnya.

Mahmoud mengatakan, Israel melarang Otoritas Palestina untuk melakukan kegiatan politik di Yerusalem al-Quds. Namun, ini adalah pertama kalinya Ghaith ditangkap atas tuduhan terorisme.

Di bawah hukum Israel, terorisme adalah istilah umum yang mencakup berbagai macam pelanggaran, yang berarti bahwa penyelidikan tidak selalu berarti Ghaith diduga merencanakan tindakan kekerasan.

Juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld juga mengatakan kepada AFP bahwa Ghaith sedang diperiksa oleh pasukan keamanan.

Dalam perannya, Ghaith bertanggung jawab untuk mengawasi aktivitas Otoritas Palestina di lingkungan dalam yurisdiksinya di pinggiran dan di luar Yerusalem al-Quds.

Rezim Israel menyatakan seluruh Yerusalem al-Quds sebagai apa yang disebut "ibukota" dalam langkah yang sangat provokatif, membuat geram warga Palestina, yang melihat sektor timur sebagai ibukota negara masa depan mereka.

Setelah deklarasi kontroversial itu, rezim Tel Aviv melarang semua kegiatan Otoritas Palestina di kota itu. Otoritas berbasis di Tepi Barat yang diduduki dan dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas.

TAGS : Rezim Israel Gubernur Palestina Adnan Ghaith Dugaan Terorisme




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :