Sabtu, 08/08/2020 03:52 WIB

Perusahaan Raksasa Microsoft Dikabarkan Pangkas Tenaga Kerja

Microsoft memangkas posisi di portal berita online MSN.com karena bergeser menggunakan algoritma bertenaga kecerdasan buatan

Logo Microsoft (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Perusahaan perangkat lunak raksasa Microsoft memasuki tahun baru fiskal 1 Juli memangkas tenaga kerjanya di seluruh tim dan wilayah.

Perusahaan yang berbasis di Washington menolak untuk menguraikan posisi yang telah dihilangkan, jumlah atau lokasi tenaga kerja yang terdampak.

Business Insider sebelumnya melaporkan bahwa Microsoft memangkas kurang dari 1.000 karyawan di seluruh bisnisnya pekan ini.

Microsoft memangkas posisi di portal berita online MSN.com karena bergeser menggunakan algoritma bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menurut laporan tersebut, yang menambahkan bahwa posisi di divisi cloud Microsoft Azure juga dipangkas.

Akhir bulan lalu, Microsoft mengatakan bahwa perusahaan akan menutup toko ritelnya dan mengambil biaya penurunan nilai aset sebelum pajak sebesar US$450 juta di tengah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

Juru bicara Microsoft menyebutnya sebagai hal biasa bagi perusahaan untuk mengevaluasi kembali bisnisnya ketika memasuki tahun fiskal baru.

Pada 2017, Microsoft memangkas ribuan karyawan dalam waktu bersamaan, saat perusahaan tersebut melakukan reorganisasi yang berdampak pada tim penjualan dan pemasarannya.

Akhir April 2020, hasil kuartal ketiga Microsoft mengalahkan penjualan Wall Street dan ekspektasi laba, didukung oleh permintaan tajam untuk platform konferensi video Teams dan layanan game Xbox menyusul kebijakan bekerja dari rumah karena pandemi.

Pendapatan Microsoft naik 15 persen menjadi US$35,02 miliar pada kuartal ketiga, sedangkan laba bersih naik menjadi US$10,75 miliar atau US$1,40 per saham.

TAGS : Microsoft tenaga kerja




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :