Sabtu, 26/09/2020 14:18 WIB

Tiga Kampus Ini Dipuji karena Sudah "Menikah" dengan Industri

Ketiganya ialah Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan Program Vokasi Universitas Indonesia (UI).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud Wikan Sakarinto (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Wikan Sakarinto memuji tiga perguruan tinggi vokasi, karena sudah berhasil melakukan `pernikahan` atau link and match dengan industri.

Ketiganya ialah Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan Program Vokasi Universitas Indonesia (UI).

"Ternyata hampir seluruh prodi di Polimedia, PNJ, dan Program Vokasi UI sudah menerapkan empat paket minimal link and match tersebut. Ini bagus sekali. Dan, ternyata cocok dengan fakta serapan lulusan kampus-kampus ini yang sudah mencapai di atas 80 persen diterima oleh dunia kerja," kata Wikan usai melakukan kunjungan kerja pada Sabtu (18/7).

Bahkan PNJ, lanjut Wikan, sudah menerapkan dual system yang mirip dengan perguruan tinggi bokasi di Jerman, yakni melakukan pembelajaran dan perkuliahan di dalam kawasan industri HOLCIM.

"Jadi mahasiswa kuliah dan belajar sambil bekerja di dalam industri, serta mendapatkan honor yang baik setiap bulannya," ujar Wikan.

Dalam kunjungannya, Wikan mengatakan bahwa salah satu poin `pernikahan massal` vokasi dan industri ialah penyusunan kurikulum bersama. Kurikulum yang diterapkan di perguruan tinggi harus senafas dengan kebutuhan industri, serta mendapatkan persetujuan industri.

Kurikulum yang disusun bersama industri, kata Wikan, tidak lagi hanya menekankan hard skill, melainkan juga diseimbangkan dengan soft skill. Selain itu, juga harus diikuti dengan menghadirkan dosen tamu dari kalangan praktisi, dan merancang program magang.

"Tidak bisa, tanpa kurikulum disetujui oleh industri lalu tiba-tiba mahasiswa datang ke industri untuk meminta diterima magang," papar Wikan.

Hal yang penting lainnya ialah adanya komitmen yang kuat dari industri untuk menyerap lulusan dari kampus-kampus vokasi. Tapi komitmen ini tidak bersifat mewajibkan.

"Namun meminta komitmen kuat untuk menyerap lulusan, apabila kurikulum dan magang sudah dirancang bersama dan sesuai kebutuhan riil di dunia kerja," jelas dia.

Diketahui, PJN menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan PT Formosa Teknologi Central pada Kamis (16/7). Kerja sama itu meliputi kuliah umum industri, penyedeiaan tempat magang, penyerapan lulusan, penyusunan kurikulum berbasis industri, pemberdayaan sumber daya manusia, dan penyediaan fasilitas sarana dan prasarana pembelajaran.

Wikan juga memberikan tantangan kepada Polimedia untuk mengubah seluruh prodi jenjang D-3 menjadi D-4, atau Sarjana Terapan pada 2021, serta membuka prodi Magister (S-2) Terapan pada 2022.

TAGS : Pernikahan Massal Vokasi Wikan Sakarinto Dirjen Diksi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :