Rabu, 30/09/2020 05:38 WIB

COBAS 6800 System Mampu Uji 1.000 Sampel Covid-19 per Hari

Menristek mengatakan, mesin yang diproduksi oleh perusahaan Hoffman-La Roche asal Swiss tersebut mampu menguji hingga 1.000 sampel dalam sehari.

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro meresmikan pengoperasian COBAS 6800 System (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Inovasi dan Riset Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro meresmikan pengoperasian mesin uji spesimen Covid-19, COBAS 6800 System, pada Kamis (16/7).

Menristek mengatakan, mesin yang diproduksi oleh perusahaan Hoffman-La Roche asal Swiss tersebut mampu menguji hingga 1.000 sampel dalam sehari.

"Sebelumnya dengan metode mesin RT PCR biasa sekitar 400 sampel. Jadi ada peningkatan 2,5 kali lipat dalam sehari, dan tentunya akan sangat membantu target Presiden (Jokowi) yang saat ini naik ke 30 ribu perhari," kata Bambang dalam acara peresmian secara daring.

Menristek menyebut Indonesia juga harus mengejar target WHO, sebab Indonesia kerap kali disorot karena tes Covid-19 yang kurang massif.

"Sehingga data infeksi, sembuh, dan meninggal belum dianggap representatif. Inilah upaya pemerintah untuk memenuhi target yang diperlukan dalam penanganan covid," sebut dia.

COBAS 6800 Systems adalah sistem otomatisasi yang khusus didesain untuk pengerjaan aplikasi yang highthrouput, seperti perhitungan viral load, skrining darah, dan uji mikrobiologi lainnya.

COBAS 6800 Systems adalah mesin kedua di Indonesia, salah satunya ditempatkan di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk keperluan deteksi SARS-CoV-2 dengan pendekatan molekuler/Nucleid Acid Amplification Testing (NAAT).

Pengujian SARS-CoV-2 menggunakan COBAS 6800 Systems telah disetujui untuk otorisasi penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).

Sistem otomasisasi meliputi sistem tertutup untuk ekstraksi RNA dan amplifikasi polymerase chain reaction (PCR) sampel klinis dengan kapasitas hingga 1000 pengujian dalam waktu 24 jam.

Sistem tersebut mampu meminimalisir kesalahan pre-analitik selama proses pemeriksaan COVID-19 serta mengurangi jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, jika dibandingkan dengan proses pemeriksaan PCR untuk deteksi COVID-19 secara manual.

"Jadi yang saya harapkan dari mesin ini adalah selain meningkatkan jumlah tes, yang paling penting adalah memudahkan manajemen SDM di Eijkman, sehingga ada tim yang bisa konsentrasi untuk (pembuatan) vaksin, dan ada tim yang bisa mengupayakan whole genome sequencing," tandas Bambang.

TAGS : COBAS 6800 System Uji Covid-19 Menristek Bambang Brodjonegoro




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :