Kamis, 13/08/2020 19:01 WIB

Dilanda Pandemi, Semangat Petani Bungo Tak Pernah Surut

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di dunia, termasuk ke Indonesia berdampak ke sejumlah sektor usaha di Tanah Air. 

Petani melakukan persiapan benih cabai. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Upaya menjaga ketahanan pangan menjadi isu yang cukup penting saat ini. Hal ini dikarenakan kebutuhan dasar masyarakat terutama pangan harus tetap terpenuhi di tengah kondisi pandemi COVID-19.

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di dunia, termasuk ke Indonesia berdampak ke sejumlah sektor usaha di Tanah Air. Kondisi ini tentu akan berdampak pada beberapa sektor usaha seperti pariwisata dan perdagangan. Namun tidak dengan sektor pertanian.

Sektor pertanian justru menjadi pengaman dalam menghadapi wabah virus Covid-19 ini. Maka dari itu sektor pertanian harus menjadi kebutuhan prioritas dan tak bisa dianggap remeh. Itu karena sektor pertanian berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia pada khususnya.

Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Tanjung (Poktan) Sakti di wilayah Bungo membudidayakan cabe merah. Selain harganya lebih mahal dibanding cabai rawit, perawatannya juga lebih mudah. Salah satunya di Tebat, Kecamatan Muko-muko Bathin VII memilih menanam cabai merah.

Surmila Dewi selaku penyuluh kecamatan Muko-mujo Bathin VII, mengatakan, tanaman cabe merah yang dibudidaya petani ini cukup mudah dipraktikkan. Setelah pemilihan benih serta penanaman, tahap selanjutnya adalah tahap persemaian ujarnya.

Tahap persemaian ini juga proses paling penting. Dalam tahap ini media tanam ditambah menggunakan campuran tanah, sekam dan pupuk kompos.

Pada tempat persemaian lebih baik diberi naungan dengan menggunakan jaring. Ini digunakan untuk menghindari terkena sinar matahari langsung, terhindar dari air hujan, menjaga kestabilan suhu, dari terpaan angin dan menjaga kelembaban.

"Kelembaban dan kestabilan suhu sangat penting dalam proses persemaian benih cabe merah besar. Dan jangan lupa penyiraman teratur," imbuhnya.

Di setiap kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selalu menegaskan masyarakat untuk tidak perlu khawatir soal pangan, sejumlah 11 komoditas bahan pokok akan terus kami kawal secara instens.

Sinergi antara petani dan pihak-pihak terkait untuk menjamin mata rantai bisnis di sektor pertanian salah satunya komoditas hortikultura terus dijalin oleh Kementan.

Hal senada juga ditegaskan kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi yang mengatakan masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa.

"Saat ini pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat. Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi," ujar Dedi.

TAGS : Syahrul Yasin Limpo Dedi Nursyamsi Petani Milenial Penyuluh Petanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :