Rabu, 21/10/2020 13:52 WIB

36 Tahun Universitas Terbuka, Pionir PJJ di Indonesia

Rektor UT Prof. Ojat Darojat mengatakan pendidikan jarak jauh (PJJ) bukan hal asing bagi Universitas Terbuka, yang sudah mengadopsi sistem ini selama 36 tahun berkiprah.

Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat

Jakarta, Jurnas.com - Universitas Terbuka (UT) menggelar Dies Natalis ke-36 pada Rabu (15/7), melalui platform konferensi video. Perayaan ulang tahun di tengah pandemi Covid-19 tersebut mengusung tema `UT Terdepan dalam Inovasi Pendidikan Jarak Jauh`.

Dalam sambutannya, Rektor UT Prof. Ojat Darojat mengatakan pendidikan jarak jauh (PJJ) bukan hal asing bagi Universitas Terbuka, yang sudah mengadopsi sistem ini selama 36 tahun berkiprah.

Karenanya selama pandemi Covid-19, Universitas Terbuka aktif terlibat membantu pemerintah dan perguruan tinggi lainnya untuk menyelenggarakan pembelajaran daring berkualitas.

"UT sebagai satu-satunya perguruan tinggi PJJ ikut berkontribusi, terlibat secara aktif membantu pemerintah dan masyarakat pada umumnya dalam memberikan layanan, bimbingan, dan perbekalan bagi teman-teman perguruan tinggi konvensional agar mereka memiliki kapasitas yang sama dengan UT dalam menyediakan pembelajaran daring," kata Ojat.

Ojat menyebut saat ini seluruh perguruan tinggi harus saling bergandengan tangan dan bersinergi untuk menghasilkan pembelajaran daring yang berkualitas.

"Pembelajaran online kini merupakan suatu keniscayaan, semua perguruan tinggi tatap muka harus menempatkan program pembelajaran dalam jaringan sebagai program strategis untuk layanan pendidikan di masa depan," ujar dia.

Sementara 36 tahun berkiprah, Ojat mengatakan tantangan Universitas Terbuka ke depan ialah pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi dalam pedagogi.

Menurut dia, Universitas Terbuka harus mampu mencetak lulusan berkarakter dan berdaya saing global, melalui belajar mengajar yang menitikberatkan pada penggunaan teknologi tepat guna.

"Proses pendidikan harus diselenggarakan yang memungkinkan lahirnya kualitas lulusan dengan enam karakter utama, yakni kritis, mandiri, kreatif, gotong-royong, kebhinekaan global, dan berakhlakul karimah," papar Ojat.

Sementara Staf Khusus Wakil Presiden, Mohamad Nasir mengatakan Universitas Terbuka sudah melangkah jauh di depan dalam hal pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.

Di saat banyak perguruan tinggi kaget menyikapi metode pembelajaran di tengah pandemi Covid-19, Universitas Terbuka sebagai pionir PJJ di Indonesia cepat beradaptasi.

"Sehingga saat ini UT sudah mampu beradaptasi di perguruan tinggi kelas dunia," tandas mantan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) tersebut.

Dies Natalis ke-36 Universitas Terbuka dimeriahkan oleh berbagai perlombaan, antara lain: Lomba Cipta Lagu Mars UT, Pemilihan Mitra dan Pengurus Pokjar Terbaik, UPBJJ-UT Terbaik dalam beberapa kategori, Dosen Berprestasi, Kaprodi Berprestasi, Tenaga Keuangan Berprestasi, Pegawai Teladan, Tenaga Pengolah Data TIK Berprestasi, Arsiparis Berprestasi.

Juga lomba Kreativitas Blog dan Vlog Civitas Akademika, Artikel Jurnal Terbaik yang dipublikasikan para Dosen UT, Lomba Inovasi Layanan UT, Lomba Penataan Ruang Unit. Berikutnya ialah kegiatan Temu Public Figure secara daring, serta penerbitan artikel ilmiah populer di media massa nasional.

Adapun puncak peringatan Dies Natalis UT ke-36 akan dilaksanakan secara virtual pada 4 September 2020 dengan acara peluncuran Buku dan Video UT 36 Tahun, serta memperdengarkan pertama kalinya secara resmi Mars UT melengkapi Hymne UT yang sudah ada sebelumnya.

TAGS : Universitas Terbuka Pendidikan Jarak Jauh PJJ Ojat Darojat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :