Selasa, 04/08/2020 15:37 WIB

Wow, Awal Juli Utang Garuda Indonesia Capai Rp32 Triliun

Utang tersebut terdiri dari utang usaha dan pajak senilai US$905 juta dan pinjaman bank sebesar US$p1,313 miliar

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra

Jakarta, Jurnas.com - Hingga 1 Juli 2020, utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencapai US$2,21 miliar atau setara Rp31,93 triliun atau Rp32 triliun (Rp14.450 per USD). Utang tersebut terdiri dari utang usaha dan pajak senilai US$905 juta dan pinjaman bank sebesar US$p1,313 miliar.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pinjaman bank senilai sebesar USD1,313 miliar itu terbagi atas pinjaman jangka pendek sebesar US$668 miliar dan pinjaman jangka panjang sebesar US$645 miliar.

"Saldo utang usaha dan pinjaman bank per 1 Juli 2020 totalnya US$2,2 miliar, ini terdiri dari US$905 juta operasional, pinjaman jangka pendek US$668 juta dan pinjaman jangka panjang US$645 juta. Dari US$645 juta ada pinjaman sukuk US$500 juta yang sudah kita berhasil negosiasi dan extend jadi Juni 2023," ujar Irfan saat rapat bersama dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Irfan menyebut utang usaha dan pajak senilai US$905 miliar digunakan untuk operasional maskapai. Rinciannya, USD374 miliar untuk avtur, USD340 miliar untuk sewa pesawat, dan USD47 miliar untuk maintenance.

Selain itu, USD76 miliar untuk kebandarudaraan, USD25 miliar untuk katering, USD14 miliar untuk administrasi dan umum, dan USD29 miliar untuk kebutuhan operasional lain-lainnya.

Dari total utang tersebut, lanjut dia, Garuda sudah melihat ada gap pendapatan dan biaya. Hal ini mengharuskan perseroan untuk melakukan penundaan pembayaran atas operasional, hingga restrukturisasi atau penjadwalan utang pinjaman lainnya.

Saat ini, maskapai penerbangan pelat merah tersebut mengalami kondisi keuangan yang tak baik. Bahkan, Irfan mengungkapkan pendapatan perseroan turun hingga 90 persen akibat pandemi Covid-19.

"Jadi persoalan di Garuda hari ini adalah revenue (pendapatan) turun sampai 90 persen, jadi tinggal 10 persen," ujarnya.

TAGS : BUMN Garuda Indonesia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :