Rabu, 28/10/2020 04:38 WIB

MUI Bahas Bencana dalam Pandangan Islam, Ini Kata Wamenag

Wakil Ketua Umum MUI itu juga mengatakan, raker merupakan ikhtiar ulama berkontribusi memberikan solusi terhadap risiko bencana yang kerap menghampiri bangsa Indonesia.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi

Jakarta, Jurnas.com - Penanggulangan bencana perspektif Islam masuk dalam salah satu agenda Rapat Kerja Tim Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang digelar sejak Jumat (10/7) pagi.

Selain soal bencana, raker yang ditutup oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa`adi tersebut juga membahas isu-isu aktual seputar Covid-19, hingga kajian Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) selama pandemi.

"Semua materi yang dikaji diharapkan bisa memperkaya perspektif terhadap bencana serta memberikan kedalaman, agar tim kerja dapat merumuskan strategi penanggulangan bencana dalam aspek pendidikan dan latihan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat, instrumen fatwa yang dibutuhkan, dan juga rumusan strategi diseminasi gagasan penanganan bencana," kata Zainut pada Minggu (12/7).

Wakil Ketua Umum MUI itu juga mengatakan, raker merupakan ikhtiar ulama berkontribusi memberikan solusi terhadap risiko bencana yang kerap menghampiri bangsa Indonesia.

Raker menjadi momentum untuk mengidentifikasi setiap isu, potensi darurat bencana, risiko, dan peluang yang ada terkait bencana di Indonesia. "Tujuannya mulia karena merupakan bagian dari upaya memelihara jiwa manusia sebagai salah satu tujuan agama," terang dia.

Zainut mengingatkan bahwa waktu dan kematian adalah hal yang pasti. Dan Islam mengajarkan umatnya agar menghargai waktu sebaik-baiknya, berencana mempersiapkan diri sebelum suatu kesulitan terjadi, termasuk kesulitan akibat bencana.

Dia menambahkan bahwa manusia diberi kesempatan dan daya untuk memperjuangkan nasibnya, agar terhindar dari suatu musibah, atau paling tidak meminimalisir dampak dari suatu musibah.

Menurut Zainut, peran ulama di Indonesia masih sangat penting, termasuk dalam strategi mitigasi dampak bencana.

"Hal ini karena pengaruh ulama yang mampu mensyiar dan berdakwah dengan lembut, sehingga dapat memberikan pemahaman pada umat mengenai mitigasi dampak bencana bila terjadi," tandas Zainut.

TAGS : Zainut Tauhid Majelis Ulama Indonesia Wamenag




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :