Rabu, 12/08/2020 15:43 WIB

Rapsel Ali: Perlu Teknologi Persenjataan Perang Mutakhir

Teknologi alutsista terus berkembang. Senjata muktahir bermunculan, dan semakin mereduksi kehadiran pasukan dalam jumlah besar.

Anggota Komisi VI DPR RI, Muhammad Rapsel Ali. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Industri pertahanan terus berkembang seiring kondisi dunia yang masih bergejolak. Setiap negara berlomba melengkapi sistem alutsista untuk menangkal berbagai ancaman.

Indonesia diuntungkan dengan kehadiran PT Pindad (Persero) yang mampu menyuplai kebutuhan senjata dalam negeri untuk TNI dan Polri. Bahkan, BUMN yang dikomandoi Abraham Mose/" style="text-decoration:none;color:red;font-weight:bold">Abraham Mose ini sudah mampu melayani permintaan dari berbagai negara.

Dalam pemaparan di hadapan anggota DPR Komisi VI di Kantor Pindad, Bandung, Kamis (9/7), Abraham menjelaskan kondisi PT Pindad yang masih eksis meski kondisi ekonomi dunia tengah bergejolak karena pandemi COVID-19.

"Kami sedang mengerjakan proyek Tank Harimau yang sudah diorder oleh Kementerian Pertahanan Filipina. Dari dalam negeri kami menerima cukup banyak pekerjaan dari Kementerian Pertahanan khususnya amunisi dan senapan serbu," jelas Abraham.

Bukan hanya alutsista, memenuhi kebutuhan saat pandemi, PT Pindad sudah siap memproduksi ventilator yang lolos uji klinis dan mendapatkan sertifikasi. Alat bantu pernafasan ini akan segera disalurkan ke berbagai rumah sakit milik pemerintah.

"Kualitasnya sudah teruji dan yang paling penting jauh lebih murah dari alat impor," terang Abraham.

Performa keuangan PT Pindad juga cukup menjanjikan. Mereka masih mampu menghasilkan laba bersih lewat berbagai proyek pengerjaan yang diterima. Tak seperti BUMN lain, PT Pindad belum membutuhkan skema penyelamatan oleh pemerintah.

Anggota Komisi VI DPR RI, Muhammad Rapsel Ali memuji performa PT Pindad yang dinakhodai Abraham. Hanya saja, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut meminta BUMN ini tak cepat puas.

Menurut Rapsel, teknologi alutsista terus berkembang. Senjata muktahir bermunculan, dan semakin mereduksi kehadiran pasukan dalam jumlah besar.

"Teknologi perang terus berkembang. Penggunaan drone, robotik, dan satelit akan mendominasi teknologi alutsista. Jumlah pasukan besar bukan lagi syarat wajib sebuah negara kuat. Kita berharap Pindad sudah mengantisipasi kondisi ini," jelas Rapsel.

Abraham pun sependapat perlunya pengembangan teknologi persenjataan mutakhir. Makanya, mereka sudah mulai mempersiapkan drone untuk mendukung kendaraan tempur baik panser maupun tank.

"Belum dilaunching tetapi kita sudah kita siapkan sesuai permintaan Angkatan Darat. Hanya saja kita juga harus menyiapkan satuan khusus untuk mendukung program ini," tutur Abraham.

TAGS : Abraham Mose Abraham Mose Persenjataan Perang Mutakhir




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :