Sabtu, 08/08/2020 09:23 WIB

AS Harus Penuhi Permintaan China jika Ingin Berunding Kontrol Senjata

Sekitar 91% dari semua hulu ledak nuklir dimiliki AS dan Rusia, masing-masing memiliki sekitar 4.000 cadangan militer mereka. 

Rudal balistik antarbenua nuklir Titan II yang dinonaktifkan (ICBM) terlihat di sebuah silo di Museum Rudal Titan, di Green Valley, Arizona, AS, pada 12 Mei 2015. (File foto AFP)

Beijing, Jurnas.com - Pemerintah China mengatakan sangat senang bisa berpartisipasi dalam negosiasi kontrol senjata dengan Amerika Serikat (AS), jika Washington bersedia mengurangi persenjataan nuklirnya ke tingkat yang sama dengan Beijing.

"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa jika AS mengatakan bahwa mereka siap untuk turun ke tingkat sama dengan China, China akan senang hati berpartisipasi di hari berikutnya," ujar Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri China, Fu Cong, pada konferensi pers di Beijing, Rabu (8/7).

"Tapi sebenarnya, kita tahu bahwa itu tidak akan terjadi. Kami tahu kebijakan AS. Dan kami lebih realistis, terus terang," tambahnya

Sekitar 91% dari semua hulu ledak nuklir dimiliki AS dan Rusia, masing-masing memiliki sekitar 4.000 cadangan militer mereka. Sementara, China memiliki persediaan sekitar 320 hulu ledak nuklir.

Fu mengatakan Beijing tidak tertarik bergabung dengan negosiasi trilateral yang melibatkan AS dan Rusia.

AS menyerukan China untuk bergabung dengan negosiasi trilateral untuk memperpanjang perjanjian senjata nuklir andalan antara Washington dan Moskow yang akan berakhir pada Februari tahun depan.

China menolak untuk berpartisipasi dalam perundingan AS-Rusia, tetapi mengatakan akan mengambil bagian dalam upaya pelucutan nuklir internasional.

Negosiasi yang dimaksud adalah penggantian New START, perjanjian senjata nuklir antara AS dan Rusia yang tidak ada hubungannya dengan Negeri Tirai Bambu.

Atas alasan itulah, AS menggambarkan pemerintah China enggan mengambil bagian dalam perjanjian pengawasan senjata apa pun. Padahal, Washington sendiri sudah secara sepihak menarik diri dari perjanjian setelah perjanjian di bawah Presiden AS Donald Trump.

TAGS : Amerika Serikat China Kontrol Senjata




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :