Sabtu, 08/08/2020 23:58 WIB

Iran Yakin Empat Diplomatnya Hilang di Lebanon Ditahan Israel

Iran percaya keempat diplomat itu diserahkan kepada pasukan Israel setelah penculikan di sebuah wilayah yang dikendalikan Tel Aviv pada saat itu.

Pada 4 Juli 1982, tahun Israel menginvasi Libanon, diplomat Iran Ahmad Motevasselian, Seyyed Mohsen Mousavi, Taqi Rastegar Moqaddam dan Kazem Akhavan diculik oleh sekelompok pria bersenjata yang didukung Israel di sebuah pos inspeksi di Lebanon Utara. (Foto: Press TV)

Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu membentuk komite pencari fakta untuk menjelaskan nasib empat diplomat Iran yang diculik di Lebanon sekitar 40 tahun yang lalu.

Pada 4 Juli 1982, tahun Israel menginvasi Lebanon, diplomat Iran Ahmad Motevasselian, Seyyed Mohsen Mousavi, Taqi Rastegar Moqaddam dan Kazem Akhavan diculik oleh sekelompok pria bersenjata yang didukung Israel di sebuah pos inspeksi di Lebanon Utara.

Dalam sepucuk surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada Senin (6/7), utusan Iran untuk Majid Takht-Ravanchi mengatakan, Iran percaya keempat diplomat itu diserahkan kepada pasukan Israel setelah penculikan di sebuah wilayah yang dikendalikan Tel Aviv pada saat itu.

"Bukti menunjukkan bahwa mereka telah ditahan di penjara-penjara Israel, dan masih hidup," kata Takht-Ravanchi.

Ia menulis bahwa kepala PBB diharapkan untuk mendukung seruan Teheran untuk Komite Internasional Palang Merah (ICRC) untuk membentuk komite pencari fakta untuk menyelidiki nasib warga Iran yang hilang.

Takht-Ravanchi menyebut penculikan para diplomat sebagai tindakan melawan hukum internasional, terutama aturan hak asasi manusia, dan menyoroti peran PBB dalam menangani masalah ini dan meminta pertanggungjawaban rezim Israel atas penculikan keempat warga negara tersebut.

Utusan Iran menulis surat kepada Guterres pada kesempatan ulang tahun penculikan ke-37.

Sebelumnya pada Jumat (3/7), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran kembali memuji kerja sama dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Lebanon untuk menentukan nasib keempat diplomat.

Kemenlu tersebut mengatakan, PBB, ICRC dan badan-badan internasional lainnya serta pejabat Lebanon harus memenuhi hukum dan tuga kemanusiaan mereka dan melakukan upaya maksimal mereka untuk menjelaskan

Iran menempatkan tanggung jawab hukum dan politik atas penculikan dan tindakan teror ini pada rezim Tel Aviv dan para pendukungnya memberikan pendudukan Lebanon pada waktu itu oleh rezim Israel, yang dilakukan dengan dukungan penuh dari Amerika.

"Terlepas dari berlalunya waktu bertahun-tahun dari tindakan kriminal dan teroris ini, komunitas internasional dan yang disebut pembela hak asasi manusia sayangnya tidak melakukan tindakan serius terhadap kejahatan ini," kata kementerian tersebut.

"Rezim Zionis, yang masih terus melakukan kejahatan dan melanggar hukum internasional dengan dukungan AS, menghindari tanggung jawab dalam hal ini," tambahnya.

TAGS : Diplomat Iran Lebanon Kasus Penculikan Israel




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :