Kamis, 06/08/2020 06:03 WIB

Petani Tanjung Jabung Barat Genjot Produksi Kedelai

Kedelai salah satu sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia serta menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti tempe, sari kedelai, tahu, tauco dan kecap.

Peningkatan produktivitas melalui perakitan varietas unggul merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan produksi nasional kedelai

Jambi, Jurnas.com - Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Maju Jaya, Desa Rawa Medang Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat mempercepat penanaman kedelai menggunakan varietas anjasmoro.

Dikomandoi Muhidi sebagai Ketua Gapoktan bersama dengan penyuluh wilayah binaan, Hariyanto Hasibuan dan Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Batang Asam, Sucipto.

"Keberhasilan penanaman kedelai oleh Gapoktan Maju Jaya ini tak terlepas dengan adanya pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan PPL Kecamatan Batang Asam. Petani kedelai juga sumringah karena harganya cukup kompetitif," ujar Muhidi.

Menurutnya, kedelai merupakan salah satu komoditas strategis dari tanaman pangan yang lain seperti padi, jagung, dan ubi kayu.

Selain itu, kedelai juga salah satu sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia serta menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti tempe, sari kedelai, tahu, tauco dan kecap.

Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki langkah strategis dalam upaya meningkatkan ketersediaan pangan di era new normal, salah satu komoditas yang di genjot produksinya adalah kedelai.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada beberapa kesempatan menyatakan, komoditas kedelai menjadi salah satu komoditas yang harus dijamin agar ke depannya memiliki produksi yang cukup untuk rakyat.

"Di tengah kekeringan pertanian tidak boleh berhenti. Kita menghadapi tantangan besar dimana medical social menjadi bagian penting tapi food security juga harus terjaga dan makanan untuk rakyat menjadi sesuatu yang penting," ujar Syahrul

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga meminta kepada penyuluh dan petani untuk memperkuat gerakan ketahanan pangan nasional sebagai antisipasi terjadinya krisis pangan akibat pandemi COVID-19.

"Ketahanan pangan harus didukung banyak pihak. Dan ketahanan pangan bukan saja tentang kecukupan bahan pangan, namun juga menyangkut kemampuan memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal," kata Dedi.

TAGS : Komoditas Kedelai Dedi Nursyamsi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :