Rabu, 12/08/2020 16:08 WIB

Arab Saudi Mulai Gunakan Plasma Darah Obati Pasien Corona

Pengobatan plasma darah telah digunakan sebelumnya di China dan negara-negara lain, tetapi tingkat kemanjurannya belum diuji melalui studi klinis yang terdokumentasi.

Kantong darah. (Foto: Press TV)

Riyadh, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi mengatakan, lebih dari 100 orang yang terinfeksi virus corona (COVID-19) dirawat melalui sampel plasma darah dari pasien yang sudah pulih.

Inisiatif ini merupakan bagian dari studi penelitian yang melibatkan beberapa pusat penelitian di Kerajaan, dengan 512 donor dari Riyadh, Provinsi Timur, Jeddah dan Madinah.

Kemenkes Arab Saudi mengatakan, plasma darah mengandung antibodi yang membantu tubuh pulih. Ketika seorang pasien pulih, plasmanya digunakan pada orang yang terinfeksi untuk membentuk pertahanan terhadap virus, terutama karena obatnya belum ditemukan.

Pengobatan plasma darah telah digunakan sebelumnya di China dan negara-negara lain, tetapi tingkat kemanjurannya belum diuji melalui studi klinis yang terdokumentasi.

Arab Saudi menyetujui inisiatif awal April dan sebuah tim dikumpulkan dari kementerian, Rumah Sakit Garda Nasional, Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal, Rumah Sakit Angkatan Bersenjata, rumah sakit universitas, Perawatan Kesehatan Johns Hopkins Aramco, serta dari sektor swasta.

Kementerian menegaskan bahwa tim peneliti bekerja sepanjang waktu untuk memperluas ruang lingkup inisiatif dan meluncurkannya di seluruh Kerajaan dengan memperoleh donor, yang dilakukan melalui Twitter dan melalui email atau telepon.

Sampai saat ini situs web resmi sudah memiliki 14.000 pengunjung, di dalam dan di luar Kerajaan, yang telah menunjukkan minat dalam penelitian ini. Tes awal antibodi plasma, riwayat kesehatan, tanda-tanda vital dan diagnosis diambil sebelum pengobatan dimulai.

Donor harus lulus tes ini agar sampel plasma mereka dapat digunakan pada pasien COVID-19 dengan aman. Setelah itu kemajuan pasien yang pulih dipantau untuk melanjutkan penelitian dan menentukan potensinya.

Sampel plasma yang disumbangkan, biasanya berjumlah 400ml hingga 700ml, bergantung pada berat dan kesehatan donor. Sampel disimpan di bank darah untuk mengurangi mikroba dan dimasukkan ke dalam dua kantong, masing-masing bekerja sebagai dosis pengobatan tunggal.

Pasien kemudian dirawat dengan kantong tunggal setiap hari, dan perawatan biasanya lebih dari maksimum lima hari.

Arab Saudi mencatat 50 kematian baru akibat COVID-19 pada Jumat (3/7). Sehingga jumlah tolal kematian sudah sudah tembus di angka 1.802.

Ada 4.193 kasus baru yang dilaporkan di Arab Saudi, artinya 201.801 orang kini telah tertular penyakit itu. Ada 59.385 kasus aktif; 2.291 dari mereka dalam kondisi kritis.

Sebanyak, 431 dari kasus yang baru direkam ada di Dammam, Al-Hofuf mencatat 399 dan Riyadh mencatat 383. Semantara itu, 2.945 pasien sudah pulih dari COVID-19, sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 140.614.

Kemenkes Arab Saudi mendesak mereka yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi untuk segera mengisolasi diri mereka sendiri dan menelepon 937. (Arab News)

TAGS : Virus Corona Plasma Darah Arab Saudi




JURNAS VIDEO :