Sabtu, 08/08/2020 10:20 WIB

Wamenhan Trenggono: Food Estate di Kalteng Akan Topang Ketahanan Pangan

Pembangunan kawasan Food Estate akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat

Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono, meninjau Food Estate di Kalteng

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Pertahanan RI (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan kehadiran Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan memberikan banyak manfaat bagi masyarkat.

"Melihat potensinya, kalau kita bangun ekonomi di sini dengan tanaman pangan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat dan juga untuk Indonesia secara umum,” ungkap Trenggono usai meninjau lahan yang akan digunakan untuk pengembangan kawasan "Food Estate" di Kalimantan Tengah, Rabu (1/7).

Trenggono datang bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong. Rombongan disambut oleh Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran beserta jajaran Forkopimda Kalteng. Mereka pun menuju dua lokasi, yakni di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Barito Timur menggunakan Helikopter Puma TNI AU.

Peninjauan diawali ke Desa Belanti Siam, Kecamatan Pande batu, Kabupaten Pulang Pisau. Wamenhan dan rombongan disambut langsung oleh Bupati Pulang Pisau Ir. Edi Pratowo dan meninjau tanaman padi yang tumbuh subur menghijau dan tidak lama lagi panen di daerah tersebut.

Wamenhan Trenggono melanjutkan peninjauannya ke Desa Batara, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur. Ia dan rombongan disambut oleh Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas.

Kunjungan Wamenhan Trenggono kali ini dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo, terkait rencana pembangunan dan pengembangan kawasan yang ditetapkan sebagai penyangga pangan nasional alias “Food Estate" di Kalteng. Hal ini dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional yang merupakan bagian dari kedaulatan negara.

Dalam pengembangan kawasan "Food Estate" di Kalteng, Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersinergi dengan Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian LHK dan Kementerian BUMN.

Menurut Trenggono, dari sisi pertahanan, Kemhan melihat bahwa Indonesia harus mampu dan memiliki ketahanan nasional di bidang pangan. Hadirnya pembangunan kawasan Food Estate juga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Nanti ada tiga yang akan kita lihat, kalau tadi kita sudah pergi ke deket lahan gambut itu, itu padi. Lalu yang kedua di Barito Timur yaitu jagung dan singkong", jelasnya.

Trenggono optimis tanaman-tanaman tersebut yakni jagung dan singkong memiliki prospek yang bagus untuk peningkatan ekonomi, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Cadangan pangan ini sudah menjadi bagian penting bagi pertahanan negara," tegasnya.

Kalau pangan ini lemah, lanjut Trenggono, maka sangat berbahaya bagi bangsa. Apalagi di masa pandemi Covid -19 telah berdampak kepada ekonomi.

"Kalau (Ketahanan) pangan kita ngga kuat, terus kemudian pandemi-nya berlangsung panjang, tidak ada solusi apa-apa, itu yang sangat berbahaya,” papar Trenggono.

Pada kesempatan sama, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyambut baik dan mendukung rencana Pemerintah Pusat yang menjadikan Kalteng sebagai pusat industri pangan dan penyanggah ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) baik mulai siswa pertanian, mahasiswa dan masyarakat untuk menjadi bagian pembangunan daerah Kalteng untuk lebih maju lagi dan sejahtera,” kata Sugianto.

TAGS : Food Estate Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :