Selasa, 04/08/2020 14:50 WIB

KNPI Minta Menteri BUMN Copot Dirut Inalum

DPP KNPI mendukung penuh tindakan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Muhammad Nasir yang mengusir Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Orias Petrus Moerdak dari ruangan rapat Komisi VII DPR.

Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta, Jurnas.com - Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) mendukung penuh tindakan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Muhammad Nasir yang mengusir Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Orias Petrus Moerdak dari ruangan rapat Komisi VII DPR.

"Kami mendukung penuh ketegasan Muhammad Nasir yang mengusir Dirut Inalum Orias Petrus di DPR," kata Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (2/6).

Diketahui, Nasir mengusir Orias dari ruang rapat Komisi VII DPR karena dianggap tidak kooperatif menjawab pertanyaan anggota dewan terkait utang bertenor 30 tahun untuk membeli saham PT Freeport Indonesia. Bahkan, Nasir juga akan menyurati Menteri BUMN Erick Thohir agar mencopot Orias dari posisi Dirut Inalum.

Untuk itu, Haris juga meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar segera mencopot Orias dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

"KNPI juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memerintahkan Meneg BUMN mencopot Orias secepatnya," tegas Haris.

Bahkan, kata Haris, KNPI di seluruh Indonesia akan menggelar aksi serempak meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencopot Orias. "Seluruh anggota KNPI di berbagai wilayah di Indonesia akan turun ke jalan untuk meminta Ericc Thohir segera mencopot Orias," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pembahasan utang PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk merestrukturisasi utang akuisisi PT Freeport Indonesia di DPR memanas. Bahkan, Dirut Inalum Orias Petrus Moedak diminta untuk meninggalkan ruangan rapat oleh anggota Komisi VII Fraksi Demokrat Muhammad Nasir.

Muhammad Nasir menanyakan tidak adanya bahan paparan lengkap terkait utang Inalum. Seperti diketahui Inalum baru saja mendapatkan global bond sebesar US$2,5 miliar pada Mei 2020.

Dari nominal tersebut, US$1 miliar di antaranya digunakan untuk merestrukturisasi sebagian utang dalam bentuk global bond sebesar US$4 miliar yang digunakan Inalum untuk membeli 51,24 persen saham Freeport Indonesia.

TAGS : Warta DPR Komisi VII DPR Menteri BUMN Dirut Inalum




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :