Rabu, 15/07/2020 18:32 WIB

KWT Binama Sulap Lahan Pekarangan Jadi Sumber Sayuran Berkualitas

KWT Binama juga sudah memiliki screen house persemaian sendiri dan melakukan pengolahan hasil terhadap sayuran dan tanaman toga yang tidak masuk ke grade pasar modern, menjadi aneka olahan pangan yaitu keripik.

Pemanfaatan pekarangan rumah untuk sumber sayuran yang berkualitas. (Foto: BPPSDMP)

Bandung, Jurnas.com -  Kelompok Wanita Tani (KWT) Binama di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Bandung Barat memanfatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran berkualitas.

 

Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Bandung Barat, merupakan salah satu desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan didominasi kaum pria.

Namun, karena semakin tahun lahan pertanian di Desa Cibodas semakin berkurang, sejumlah wanita tani di Kampung Wangsakerta RT 03 RW 05 membentuk KWT Binama sejak 18 Februari 2013.

KWT tersebut berinisiatif memaksimalkan lahan pekarangan untuk melakukan budidaya tanaman hortikultura dan tanaman obat yang ramah lingkungan dengan pemanfaatan aneka bahan alami mulai dari persemaian hingga proses pemeliharaan.

KWT Binama yang diketuai oleh Ratna, memiliki anggota kelompok sebanyak 40 orang. Tujuh tahun berkiprah dalam pemanfaatan pekarangan, kini KWT Binama memetik hasilnya.

Saat ini, aneka sayuran seperti bayam, kemangi, seledri, aneka cabai, selada keriting, bawang daun, pakcoy, lorosa, tomat cherry, dan aneka tanaman obat seperti sambung nyawa, honje, jahe merah, antanan, daun ginseng, dan pokpohan, secara berkelanjutan dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan demplot dan lahan pekarangan para anggota KWT seluas 1.400 meter per segi.

KWT Binama juga sudah memiliki screen house persemaian sendiri dan melakukan pengolahan hasil terhadap sayuran dan tanaman toga yang tidak masuk ke grade pasar modern, menjadi aneka olahan pangan yaitu keripik.

"Pemasaran yang kami lakukan dibagi menjadi tiga segmen, yaitu pasar modern, pasar tradisional, dan warung untuk kelompok dengan sayuran grade C. Pertanian yang kami terapkan juga goes to organic," tutur Ratna.

Tak main-main, omzet yang diperoleh KWT Binama dari pemasaran sayuran segar dan produk olahan bisa mencapai 2 -3 juta per bulan.

Penyuluh pertanian pendamping KWT Binama, Ferry Ferdiansyah di sela kegiatan pendampingan menyampaikan, KWT Binama terus melakukan proses budidaya karena sudah berkelanjutan memasok sayuran ke berbagai pasar baik pasar modern maupun tradisional.

"Sebagai penyuluh, yang kami lakukan adalah pendampingan rutin ke kelompok, sharing teknologi terbaru tentang pertanian yang dapat diterapkan dan mencoba memberikan solusi atas permasalahan yang ada," ujar Ferry.

"Disamping itu kami melakukan edukasi ke sekolah-sekolah pengenalan pertanian kepada anak-anak tingkat sekolah dasar tentang pemanfaatan lahan pekarangan dengan membagikan bibit sayuran secara gratis," sambungnya.

Menteri (Mentan) Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa Indonesia dianugerahi berbagai jenis lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian.

"Indonesia memiliki lahan rawa, lahan kering, hingga lahan pekarangan. Semuanya harus dimanfaatkan. Harus diolah dan ditanam agar ketersediaan pangan kita mencukupi. Juga sebagai antisipasi untuk mengatasi krisis pangan," tuturnya.

Menurut Syahrul, lahan pekarangan di Indonesia mencapai 10 juta hektare. Pemanfaatan pekarangan KWT Binama tentu saja dapat menopang konsumsi keluarga masing-masing yang dapat memenuhi gizi keluarga, bahkan bisa dijual yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

"Ayo kita dukung ibu-ibu dan seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan masing-masing, karena Indonesia dengan iklim yang tropis sangat baik cocok untuk budidaya pertanian," ujarnya.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan, tujuan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) adalah meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan rumah tangga sehingga yang sehat.

"Jangan sampai ada lahan yang menganggur, semua harus ditanami. Kita juga bisa melakukan family farming dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Intinya, kita harus tanam, tanam, tanam," katanya.

TAGS : KWT Binama Lahan Pekarangan Dedi Nursyamsi Syahrul Yasin Limpo Sayuran Berkualitas




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :