Minggu, 12/07/2020 22:04 WIB

2021, Subsidi Solar jadi Rp500 per Liter

Volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ditargetkan sebesar 15,79 kiloliter (kl)

Depo pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM)

Jakarta, Jurnas.com - Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar pada tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp500 per liternya. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi subsidi BBM jenis Solar tahun 2020 yang sebesar Rp1.000 per liter.

Volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ditargetkan sebesar 15,79 kiloliter (kl). Angka tersebut terdiri dari volume subsidi minyak tanah sebesar 0,45 hingga 0,50 kilo liter.

Sementara untuk volume minyak solar 15,31 hingga 15,80 kiloliter. Sedangkan untuk volume gas LPG subsidi ditargetkan sebesar 7 hingga 7,5 Metrikton.

"Dengan makin banyak kota punya jargas dan ada peningkatan konsumsi gas dengan pandemi serta bertambahnya kongkrit nelayan dan petani dan perkiraan realisasi volume konsumsi 2020 6,89 MT," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Senin (29/6/2020).

Selain BBM, sebenarnya anggaran subsidi listriki juga mengalami penurunan. Adapun anggaran untuk subsidi listrik sebesar Rp50,47 triliun hingga Rp54,55 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 atau turun dibandingkan anggarn subsidi listrik pada tahun ini yang senilai Rp54,79 triliun.

Ada beberapa pertimbangan dari usulan subsidi listrik ini. Pertama adalah menyesuaikan dengan nilai tukar mata uang yang dipatok sebesar Rp13.700 hingga Rp14.900 per USD.

Selain itu, usulan subsidi listrik ini juga mempertimbangkan harga minyak mentah di Indonesia (ICP). Adapun ICP pada RAPBN 2021 sendiri dipatok sebesar USD42 hingga USD45 per barel per hari.

"Walaupun tahun 2021 tidak ada pencabutan subsidi listrik, usulan subsidi pada RAPBN sebesar Rp50,47-Rp54,55 triliun dengan asumsi nilai tukar dolar Rp13.700 sampai 14.900 per dolar dan ICP USD42-45 per barel," jelasnya.

TAGS : BBM Subsidi Solar




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :