Minggu, 12/07/2020 22:49 WIB

Melihat Kekuasaan Herman Deru

Setiap kali ada pembicaraan tentang perjuangan berdirinya masjid itu, pasti nama Herman Deru selalu disebut.

Pengamat Politik dan Almuni UIN Jakarta, Muhtar S. Syihabuddin. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Masjid di Yayasan Ishlahul Ummah Desa Beringin Kecamatan Beringin Lubai Kabupaten Muara Enim menjadi jejak kekuasaan Herman Deru. Sekitar tahun 2017, Bupati OKU Timuer dua perioder ini menyempatkan diri shalat lima waktu.

Selepas salat terjadi dialog dengan jamaah masjid sampai akhirnya Herman Deru menyisihkan sebagian rezekinya buat menyelesaikan pembangunan masjid. Masjid itu sudah berdiri kokoh yang kebetulan dekat dari rumah mertua di Beringin.

Kebiasaan berbagi Herman Deru sangat berkesan bagi warga. Setiap kali ada pembicaraan tentang perjuangan berdirinya masjid itu, pasti nama Herman Deru selalu disebut. Terlebih akhirnya kini dipercaya menjadi Gubernur Sumatera Selatan.

Rasa berkesan tersebut adalah makna lain dari kekuasaan yang melekat dalam diri Herman Deru. Waktu itu dia bukan seorang penguasa, karena sudah tidak menjabat Bupati OKU Timur, bahkan menjadi kandidat kalah dalam Pilgub 2013.

Kekuasaan bermakna pada kemampuan menyisihkan sebagian rezeki untuk kepentingan umat. Bukan sebagai instrumen dari posisi seseorang dalam rumpun kekuasaan dalam tata negara kita.

Herman Deru yang pernah menjadi pengusaha dengan segala konsekuensi kepedulian sosialnya, boleh jadi menjadi faktor dominan dalam kekuasaan menyumbang masjid tersebut. Kepedulian sosial yang sudah harus dilakukan oleh siapa saja yang telah mendapatkan rezeki lebih dari cukup.

Rupanya kebiasaan tersebut setali tiga uang dengan kebiasaan Herman Deru melaksanakan Jumat Keliling menyisih wilayah Sumatera Selatan. Dan itu masih dilakukannya ketika proses Pilgub 2018 sudah berjalan.

Apa yang dilakukannya adalah bagian dari menjaring aspirasi lewat kanal keberagamaan warga. Seperti yang terjadi di Desa Beringin tadi yang menjadi sorotan dalam dialog di masjid adalah kondisi jalan raya yang terbentang dari Baturaja sampai Prabumulih itu selalu saja rusak. Sudah menjadi rahasia umum jalanan raya tersebut menjadi rusak, sampai setiap kali mudik hampir tidak ada perubahan.

Selepas Herman Deru jadi Gubernur memang akhirnya sudah ada perubahan dibandingkan sebelumnya. Sebuah pencapaian yang bermula dari kesadaran bersama dalam medium keagamaan terus ditransmisikan pada kritik atas kondisi jalan.

Herman Deru kini memang sedang berkuasa dalam makna yang sesuai dengan teori politik pada umumnya. Sedang menjadi Gubernur dengan segala atribut kekuasaannya, yang mungkin bisa lebih banyak bisa dilakukan untuk memenuhi aspirasi warga Sumsel.

Berkuasa adalah anasir aktual dari ungkapan klasik dalam khazanah Islam klasik, tentang rahmatan lilalamin. Yakni segala daya upaya akan selalu didistribusikan untuk sebanyak mungkin memberi manfaat bagi sekeliling kita.

Ada juga pandangan di mana kekuasaan itu akan sangat beresiko ketika dihadapkan pada watak dasar kemanusiaan. Karena ketika mendapat kenikmatan cendrung lupa diri tapi ketika tertimpa musibah akan selalu ingat kehadiran Yang Kuasa.

Power tends to corrupt; absolute power corrupts absolutely (Kekuasaan cenderung korup; Kekuasaan mutlak benar-benar merusak) merupakan adagium atau pepatah dalam politik. Pernyataan tersebut dibuat oleh Lord Acton, seorang sejarawan Inggris.

Kekuasaan merupakan sesuatu yang mutlak harus dibatasi sesuai dengan adigium ini. Oleh karena itu konstitusi dalam arti sempit mengandung norma-norma hukum yang membatasi kekuasaan yang ada dalam negara, agar tidak bersifat absolut.

Membangun Sumsel bukan lagi soal di mana berkunjung ke setiap titik dengan melakukan shalat berjamaah. Tapi sudah menjadi kegiatan terstruktur dengan agenda pembangunan yang tantangannya lebih berat.

Berkuasa itu bukan barang murah bagi Herman Deru, dia adalah sebuah amanah konstitusional yang harus dijalankan dengan segala konsekuensinya. Jika mampu memberikan yang terbaik maka cerita berkesan itu akan terus bertambah, bukan hanya sebuah desa kecil di Muara Enim, tapi menyebar rata ke seluruh wilayah Sumsel.

Muhtar S. Syihabuddin
Pengamat Politik dan Almuni UIN Jakarta

 

TAGS : Kekuasaan Herman Deru Herman Deru Yayasan Ishlahul Ummah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :