Jum'at, 07/08/2020 11:12 WIB

Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Sapi Perah, Kementan Uji Zuriat

Dalam pelaksanaan kegiatan Uji Zuriat Sapi Perah periode tahun 2011-2019, Ditjen PKH Kementan juga telah melibatkan stakeholder melalui bentuk kerja sama.

Sapi perah. (Foto: Ditjen PKH)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi ternak sapi perah secara nasional melalui peningkatan jumlah dan perbaikan mutu bibit sapi perah.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni meningkatkan jumlah dan mutu ternak sapi perah yang unggul dan bermutu tinggi, dengan pelaksanaan uji zuriat untuk memilih ternak bibit sapi perah.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menilai, usaha peternakan sapi perah dapat ditingkatkan melalui penyedian bibit sapi perah dan jantan yang berkualitas. Harapannya, bisa mendorong peternak menghasilkan susu dengan kualitas yang lebih baik.

"Karena di saat pandemi COVID-19 ini, masyarakat sangat sadar dan memahami pentingnya konsumsi susu dengan berbagai macam jenis olahannya seperti keju dan mentega yang sering menjadi bahan utama beragam makanan untuk meningkatkan imunitas tubuh dan meminimalisir potensi terinfeksi penyakit," kata Ketut.

Ketut menambahkan berdasarkan data statistik peternakan dan kesehatan hewan 2019, populasi sapi perah nasional sebanyak 561.061 ekor dengan kebutuhan jumlah kebutuhan susu nasional tahun 2019 mencapai 4.332.880 ton.

Sementara produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) sebanyak 996.442 ton atau hanya mampu memenuhi 22 persen dari kebutuhan nasional.

Untuk itu, Kementan ingin menyeimbangkan antara kebutuhan dan produksi tersebut. Melalui Ditjen PKH, Kementan berupaya mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh peternak rakyat dengan meningkatkan populasi sapi perah dan peningkatan mutu genetik sapi perah.

Pada 2020 ini, fokus kegiatan Kementan dalam peningkatan populasi sapi perah ini dilakukan melalui program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan). Selain itu, pemasukan bibit sapi perah untuk replacement induk juga dilakukan.

Ketut menjelaskan, uji zuriat merupakan pengujian untuk mengetahui potensi genetik produksi susu sapi calon pejantan melalui produksi susu anak betinanya (Daughter Cow/DC) dan dilakukan untuk menghasilkan bibit pejantan unggul yang cocok dengan kondisi agroklimat Indonesia.

"Besarnya potensi peningkatan mutu genetik sapi perah di masyarakat ini menjadi salah satu tujuan kegiatan uji zuriat sapi perah nasional. Dan kami berharap meningkatnya produksi susu di masyarakat akan mendorong peningkatan produksi secara nasional," papar Ketut.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan Uji Zuriat Sapi Perah periode tahun 2011-2019, Ditjen PKH Kementan juga telah melibatkan stakeholder melalui bentuk kerja sama.

Lewat kerja sama tersebut, menghasilkan 14 ekor pejantan unggul sapi perah hasil Uji Zuriat yaitu Bullionary, Farrel, Filmore, Formery, Flaunt, Florean, Fokker, Hostromsy, Goldsy, Perfentvil, Fortuner, SG. Gabe, SG. Bolton dan Aris.

Sugiono melanjutkan, keempat belas pejantan unggul hasil uji zuriat ini memiliki rataan produksi susu/hari sebanyak 16,77 kg per hari dengan 2 kali pemerahan dan nilai persentase dari contemporary comparison/Relative Breeding Value-nya sebesar 112,75%.

Dari nilai rataan produksi susu ini, menurut Sugiono akan sangat berarti bagi peternak, karena dengan manajemen pemeliharaan sederhana peternak bisa memperoleh produksi susu yang lebih tinggi dibandingkan sapi betina yang bukan dari keturunan hasil uji zuriat.

"Pendekatan melalui peningkatan mutu genetik ini lebih terasa manfaatnya pada peternak rakyat yang memiliki kepemilikan sapi perah yang terbatas," jelas Sugiono.

Dari 14 ekor yang telah dilaunching tersebut, 8 ekor pejantan di antaranya adalah dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang. Kemudian selanjutnya pejantan yang termasuk Uji Zuriat Periode III sebanyak 6 ekor, yaitu Glens (314107), Shoty (314108), Dominggo (314111) dari BBIB Singosari.

TAGS : Ditjen PKH Kementerian Pertanian Sugiono I Ketut Diarmita Uji zuriat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :