Rabu, 12/08/2020 22:48 WIB

Komisi IV Apresiasi Kebijakan Kementan Hadapi New Normal

Sudin menyayangkan adanya pemotongan anggaran Kementan, apalagi pemotongan dilakukan saat kebutuhan pangan dan upaya peningkatan produksi di tengah pandemi sangat dibutuhkan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko panen raya padi di Desa Curug Kecematan Klari Kabupaten Karawang , Kamis (7/11).

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, mengapresiasi kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempersiapkan ketahanan pangan di era new normal.

Dalam mengantisipasi pandemi virus corona baru yang dikenal COVID-19, Kementan terbukti mampu menjamin kebutuhan pangan dan meningkatkan pendapatan petani.

"Sektor pertanian merupakan sektor yang mampu bertahan selama pandemi covid-19. Oleh karena itu, sektor ini harus didorong menjadi penggerak perekonomian negara," ujar Sudin dalam webminar terkait strategi ketahanan pangan di era new normal pandemi covid-19, Selasa (9/6).

Sudin mengatakan, Kementan harus menjamin adanya sarana dan prasarana produksi serta akses pasar tani agar kegiatan usaha mereka berjalan lancar. Sebab dengan cara itu, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pagan berkualitas serta meminimalisir kerugian bagi petani.

"Peningkatan cadangan pangan nasional juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan pangan dan mendukung program bantuan pangan pokok dari pemerintah," katanya.

Di tempat yang sama, Sudin menyayangkan adanya pemotongan anggaran Kementan, apalagi pemotongan dilakukan saat kebutuhan pangan dan upaya peningkatan produksi di tengah pandemi sangat dibutuhkan.

"Padahal anggaran sangat penting untuk merealisasikan kebijakan," tegasnya.

Sebagai informasi, Anggaran Kementan tahun 2020 awalnya sebesar Rp21,055 triliun. Namun seiring pandemi, anggaran kementan mengalami efisensi hingga menjadi Rp.14,049 triliun.

TAGS : Kinerja Menteri Pertanian Komisi IV DPR RI Sudin Syahrul Yasin Limpo Sektor Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :