Jum'at, 07/08/2020 16:21 WIB

P4S Damai NTT Manfaatkan Daun Kelor Jadi Camilan Kaya Manfaat

Provinsi NTT merupakan salah satu provinsi penghasil kelor dan telah ditetapkan menjadi provinsi kelor sekaligus menjadikan kelor sebagai komoditas unggulan lokal.

Olahan daun Kelor. (Foto: BPPSDMP)

Jakarta, Jurnas.com - Petani di wilayah Kabupaten Kupang giat memproduksi olahan pangan lokal berbahan dasar Kelor untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayahnya.

Provinsi NTT merupakan salah satu provinsi penghasil kelor dan telah ditetapkan menjadi provinsi kelor sekaligus menjadikan kelor sebagai komoditas unggulan lokal.

Daun kelor kaya akan vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6, serta vitamin C, mineral, dan senyawa tanaman bermanfaat lainnya.

Selain itu, kandungan polifenol dalam daun kelor memiliki sifat melawan kanker dan dapat mengurangi risiko seperti penyakit jantung dan diabetes.

Selain untuk sayuran, kelor juga dapat dimanfaatkan menjadi suatu olahan makanan yang digemari oleh lapisan masyarakat dengan citarasa yang enak nan bergizi tinggi yaitu dengan dibuat olahan camilan berupa stick kelor.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan, pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa.

"Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya," ujar Dedi.

Hal itulah yang di lakukan Oleh P4S KWT Damai yang berlokasi di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang dengan ketua Clara Tawa, tetap aktif , kreatif, inovatif dalam mengolah pangan lokal terutama kelor menjadi nilai jual yang mensejahterankan kelompok dan masyarakat.

"Kelor sangat banyak di NTT sayang jika hanya di jadikan sayur. Kami mengolah (kelor) jadi lebih inovatif untuk menghasilkan keuntungan lebih bagi keluarga dan kelompok, juga menjadi panganan terkini yang di sukai semua usia," ujar Clara.

"Kami sangat senang karena produk kami di apresiasi oleh Kementan dalam hal ini Balai Besar PP Kupang dan akan di bantu pemasarannya dengan memasukkannya ke dalam gerai milik balai," ungkap Clara.

"Untuk sementara kami baru memproduksi skala lokal di kota/kabupaten Kupang dan warga lokal saja yang pemasarannya kami titip di pusat oleh-oleh khas NTT yang ada di Kota Kupang dan juga ada outlet di Sekretariat P4S Damai," tambahnya.

Clara dan kelompoknya memproduksi stik setiap 2 hari, sekali produksi bisa sampai 150-200 bungkus, Untuk bisa memproduksi stik kelor bahan bakunya di ambil di kebun sendiri maupun di beli di pasar dengan harga murah. Dan dikemas dalam plastik kapasitas 200 gr. Stik kelor tersebut dijual dengan harga sekitar Rp17 ribu per kemasan.

Meski baru diproduksi secara terbatas, menurut dia, permintaan masyarakat, khususnya di Kota maupun Kabupaten Kupang cukup besar. stick ini sangat diminati konsumen karena selain rasanya enak dan gurih diyakini sangat baik untuk kesehatan dan mencegah kolesterol jahat di dalam tubuh.

"Tidak menutup kemungkinan ke depan kami akan memproduksi secara massal karena sangat digemari masyarakat," ungkap Clara

Hal ini juga tak terlepas dari dukungan penyuluh pertanian pertanian Maria Owa yang selalu mendampingi dan mendorong P4S KWT Damai untuk selalu berkreasi dengan produk-produk olahannya, Produk olahan Kelor tersebut dipasarkan di wilayah Kabupaten Kupang.

Kementerian Pertanian akan konsisten mendukung tumbuh kembangnya, serta mengawal P4S melalui pembinaan, pemberdayaan serta pengawalan untuk kemajuan P4S binaan BPPSDMP.

TAGS : Daun Kelor Olahan Daun Kelor Kaya Manfaat Dedi Nursyamsi Provinsi NTT




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :