Selasa, 14/07/2020 14:14 WIB

Diminta Tinggalkan Suriah, Rusia Labrak AS

Schenker menggambarkan bahwa kehadiran Rusia di Suriah dan Timur Tengah adalah

Ilustrasi bendera Rusia (foto: Tass)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Rusia menanggapi komentar Asisten Menteri Luar Negeri AS David Schenker yang meminta Rusia meninggalkan Suriah dengan segera.

"Sepertinya dia (Schenker) tidak tahu apa yang dia bicarakan. Perkataannya melampaui kebaikan dan kejahatan. Itu adalah pernyataan bodoh," bunyi pernyataan kementerian Luar Negeri Rusia, dilansir Middleeast, Minggu (07/06).

"Tingkat profesional di Departemen Luar Negeri AS menjadi sangat rendah. AS harus meninggalkan Suriah dan menangani krisis internalnya," tambahnya.

Asisten Menteri Luar Negeri AS David Schenker mengumumkan pada Kamis bahwa Rusia harus "keluar" dari Suriah karena telah memainkan peran "merusak" di sana.

Schenker menggambarkan bahwa kehadiran Rusia di Suriah dan Timur Tengah adalah "kesalahan besar" pemerintahan Obama.

"Selama 45 tahun, ini telah menjadi landasan politik Amerika - untuk menjauhkan Rusia dari Timur Tengah," katanya, yang menyatakan bahwa Rusia memainkan peran yang merusak di kawasan itu dan harus mengosongkan diri.

Sementara itu, kedutaan Rusia di Washington menanggapi seruan asisten Menteri Luar Negeri David Schenker agar Rusia untuk `keluar dari Timur Tengah. "Kami ingin mengingatkan: Militer Rusia ditempatkan di Suriah atas undangan pemerintahnya," tandasnya.

Menurut kantor berita Rusia TASS , kedutaan menambahkan: "Pertanyaan sebenarnya di sini: apa alasan bagi AS untuk menduduki beberapa petak di negara berdaulat ini? Sejauh yang kami tahu tidak ada yang legal. Baik otoritas yang sah maupun Dewan Keamanan PBB tidak menyetujui penempatan pasukan Amerika. ”

TAGS : Pemerintah Rusia Amerika Serikat Wilayah Suriah




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :