Kamis, 16/07/2020 08:33 WIB

Akadimisi UI Prediksi Ekspor Pertanian Meningkat Tajam

Peningkatan ekspor pertanian diperkirakan merata dari subsektor komoditas perkebunan hingga komoditi lain seperti beras, produk olahan kopi dan subsektor peternakan.

Proses ekspor produk pertanian. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Riyanto, menilai lalu lintas ekspor pertanian berpotensi meningkat tajam, terutama saat pasar eskpor dunia mulai kembali pulih dari COVID-19.

Menurutnya, momentum tersebut harus dipersiapkan dengan baik oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

"Nanti ketika pasar ekspor kembali pulih saya sangat optimistis bahwa nilai ekspor pertanian kita bisa jauh lebih meningkat dari yang sekarang. Apalagi disaat sektor lain melemah, justru sektor pertaian menunjukan peningkatan positif," ujar Riyanto, Kamis (4/6).

Riyanto juga memperkirakan peningkatan ekspor merata dari subsektor komoditas perkebunan hingga komoditi lain seperti beras, produk olahan kopi dan subsektor peternakan.

"Komoditi lain seperti kopi, teh, lada, dan lain-lain sebenarnya bisa lebih mendukung peningkatan ekspor. Khusus untuk kopi jenis kopi gayo sangat berpotensi sekali," katanya.

Riyanto tak menampik bahwa terjadinya pandemi COVID-19 membuat ekspor kopi asal Indonesia tidak bisa melakukan eskpor besar ke beberapa coffe shop dan restorant di Amerika dan Eropa. Kondisi ini membuat permintaan ekspor cenderung menurun.

Karena itu, Riyanto mengatakan, jalan yang paling efektif saat ini adalah memanfaatkan lahan pekarangan rumah dan mengeloka produk pertanian yang ada. Apalagi, Indonesia merupakan negara tropis dengan cayaha matahari yang cukup dan iklim yang bagus.

"Dengan demikian peningkatan ekspor pertanian tidak hanya menjadi hisapan jempolan belaka. Kita dorong terus bersama dengan agro industri sehingga bisa mencapai 30% lebih peningkatan ekspornya. Harus percaya, Indonesia akan menjadi negara maju, jika sektor pertaniannya kuat," tandasnya.

Berdsarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pertanian mengalami kenaikan sebesar 12,66% (yoy) dengan nilai transaksi sebesar USD0,28 miliar. Kenaikan di sektor pertanian membuat total ekspor Indonesia secara kumulatif mencapai USD53,95 miliar atau naik sebesar 0,44%.

Sepanjang bulan Januari-April lalu, ekspor hasil pertanian juga meningkat sebesar 15,15%. Capaian ini lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

TAGS : Universitas Indonesia Riyanto Ekspor Pertanian Pandemi COVID-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :