Selasa, 14/07/2020 07:07 WIB

AS Tuding Rusia dan China di Balik Demonstrasi AS

Senator Republik Marco Rubio sebelumnya mengatakan di Twitternya bahwa negara-negara lain aktif memicu dan mempromosikan kekerasan serta konfrontasi dari berbagai sudut.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC, 1 Agustus 2019. (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) menduing negara lain atas kerusuhan sosial yang mencengkeram negara itu atas pembunuhan seorang pria kulit hitam lain oleh seorang petugas polisi kulit putih.

Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O`Brien mengklaim bahwa protes yang sedang berlangsung di seluruh wilayah negara itu sedang dieksploitasi oleh orang-orang seperti China dan Rusia.

"Saya telah melihat sejumlah tweet dari Tiongkok hari ini yang mengambil kesenangan dan hiburan dalam apa yang mereka lihat di sini," kata O`Brien kepada ABC, pada Senin (1/6).

Senator Republik Marco Rubio sebelumnya mengatakan di Twitternya bahwa negara-negara lain aktif memicu dan mempromosikan kekerasan serta konfrontasi dari berbagai sudut.

"Senator Rubio sangat tepat," kata O`Brien, menambahkan bahwa senator itu 100 persen benar bahwa musuh asing mencoba untuk mengambil keuntungan dari krisis ini untuk menjahit perselisihan dan untuk mencoba dan merusak demokrasi AS.

Ia juga menyebut Rusia dalam permainan menyalahkannya ketika para pemrotes menentang jam malam untuk mencari keadilan bagi Floyd.

"Dan saya ingin memberi tahu musuh-musuh asing kita, apakah itu, Anda tahu, Zimbabwe atau China bahwa perbedaan antara kami dan Anda adalah bahwa petugas yang membunuh George Floyd akan diselidiki dan akan dituntut dan dia akan menerima pengadilan yang adil," kata O`Brien.

"Orang-orang Amerika yang ingin keluar dan memprotes secara damai, mereka akan diizinkan mencari ganti rugi dari pemerintah mereka. Mereka tidak akan dijebloskan ke penjara karena protes damai," sambungnya.

Kematian Floyd pada Senin (1/6) memicu demonstrasi di seluruh negara bagian. Seorang perwira polisi kulit putih Minneapolis menjepit leher Floyd dengan lutut, yang menyebabkan kematiannya.

Penembakan dan pembunuhan yang melibatkan polisi terhadap pria kulit hitam tak bersenjata di tangan petugas polisi kulit putih  menyebabkan protes massa di seluruh negeri dalam beberapa tahun terakhir dan pembentukan gerakan Black Lives Matter.

TAGS : Amerika Serikat Kulit Hitam Perbuatan Rasis China Rusia George Floyd




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :