Minggu, 12/07/2020 10:08 WIB

Croissant Singkong Potensi Bisnis Olahan Pangan Lokal

Croissant singkong tersebut bisa menjadi alternatif potensi bisnis olahan pangan lokal sekaligus juga mendukung peningkatan ketahanan pangan

Croissant Singkong. (Foto: Ist)

Malang, Jurnas.com - Widyaiswara Pengolahan Hasil di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang, Jawa Timur, Rivana Agustin berhasil mengembangkan ubi kayu menjadi bahan pangan alternatif dalam bentuk croissant singkong.

Rivana mengatakan, croissant singkong tersebut bisa menjadi alternatif potensi bisnis olahan pangan lokal sekaligus juga mendukung peningkatan ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia akhir-akhir ini.

Ubi kayu atau singkong merupakan tanaman rakyat yang dapat dikatakan sebagai makanan pokok, selain nasi oleh masyarakat Indonesia. Begitu banyak manfaat dari singkong disamping pengolahannya tidak terlalu sulit.

Singkong mudah ditanam dan diperoleh. Karena itu, singkon sangat potensi dijadikan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

Ragam olahan singkong kini banyak ditemui dengan bentuk dan rasa yang variatif serta menyehatkan. Misalnya, keripik singkong, gatot, tiwul, tape, aneka macam kue, es krim, tepung cassava dan tepung mocaf (modification cassava flour).

Pengembangkan ubi kayu menjadi bahan pangan alternatif dalam bentuk croissant singkong ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo yang mengajak seluruh insan pertanian untuk membangun pola hidup sehat dengan konsumsi pangan lokal.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi sangat mendukung adanya pengembangan pengolahan pangan lokal untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional.

Ia mendorong agar ada upaya terus menerus untuk melakukan pengembangan pangan lokal di Indonesia yang sangat beragam jenisnya dan kaya manfaat dan bergizi tinggi.

TAGS : Ubi Kayu Croissant Singkong Diversifikasi Pangan Dedi Nursyamsi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :