Sabtu, 24/10/2020 22:01 WIB

Bupati Luwu Timur Bilang Program READSI Bantu Sulsel Jaga Ketersediaan Pangan

Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling up Initiative (READSI) memberikan dukungan bagi kelompok tani sasaran di 342 Desa, 18 Kabupaten yang terdapat di enam Provinsi.

panen serentak dengan petani di Desa Lera Kecamatan Wotu di lahan seluas 29 Hektar, pada Kamis (22/5).

Jakarta, Jurnas.com Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki komitmen penuh dalam hal ketersediaan pangan. Hal ini tertuang dalam salah satu visi Kementan yakni terwujudnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan Petani.

Untuk itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, karena kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti apapun keadaannya termasuk situasi Indonesia dalam menghadapi pandemi.

Syahrul juga menjelaskan bahwa stok beras untuk 34 provinsi aman karena hingga akhir bulan Mei beberapa daerah akan masuk masa panen.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi pun menegaskan kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa.

Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling up Initiative (READSI) memberikan dukungan bagi kelompok tani sasaran di 342 Desa, 18 Kabupaten yang terdapat di enam Provinsi.

Dengan tujuan utama yakni membantu mewujudkan visi Kementan lewat 4 komponen utama program, yaitu pengembangan pertanian dan mata pencaharian di perdesaan, peningkatan pelayanan pertanian, penyediaan saprodi dan pemasaran, policy (Kebijakan), dan dukungan pengelolaan program yang diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani.

Dalam mewujudkan tujuan diatas READSI memberikan pelatihan bagi penyuluh dan sekolah lapang bagi petani sasaran. Salah satu kabupaten yang mendapatkan alokasi kegiatan dari Program READSI adalah Kabupaten Luwu Timur.

Poktan Cendana IX adalah salah satu kelompok tani sasaran READSI di Kabupaten Luwu Timur. Saat panen raya padi Kelompok Tani (Poktan) Cendana IX, Desa Lera Kecamatan Wotu.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler pun turun langsung memantau kegiatan panen didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Amrullah Rasyid, Anggota DPRD Luwu Timur ibu Heryanti Harun, Camat Wotu Irawan Ali, penyuluh pertanian dan petani anggota Poktan.

"Kita patut bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, meski di tengah pandemi, Panen gabah kali ini hasilnya sangat memuaskan, rata-rata per hektar mecapai 8 ton," kata Husler pada panen serentak dengan petani di Desa Lera Kecamatan Wotu di lahan seluas 29 Hektar, pada Kamis (22/5).

"Dengan hasil panen yang melimpah ini, saya yakin stok pangan Luwu Timur akan lebih dari cukup, dan mudah-mudahan hasil kali ini dapat menjadi penyangga pangan bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan," sambungnya. 

Husler menatakan, pemerintah daerah Luwu Timur berharap sektor pertanian terutama padi agar selalu menunjukkan hasil yang maksimal di setiap musim panen.

"Kami berterimah kasih kepada Kementan yang memberikan pendampingan ke petani melalui program READSI, sehingga para petani khususnya penerima program READSI bisa bekerja keras untuk berkontribusi untuk peningkatan produksi dan sehingga ketersediaan stok pangan di Kabupaten Luwu Timur dapat terjaga di tengah wabah Covid-19," ujar Husler.

Ketua Poktan Cendana IX Syarifuddin mengungkapkan rasa syukur dengan peningkatan hasil produksi pasca mendapatkan pendampingan dari READSI berupa sekolah lapang.

"Syukur alhamdulillah dengan adanya program READSI pada musim panen kali ini hasil panen meningkat dari musim sebelumnya," tegas Syarifuddin.

TAGS : Luwu Timur Program READSI Sulawesi Selatan Ketersediaan Pangan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :