Senin, 13/07/2020 21:15 WIB

Obat Covid-19 Kebanggaan Trump Bikin Pasien Cepat Modar

Sebuah penelitian menemukan bahwa obat antimalaria yang kerap dipuji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ternyata memiliki efek berbahaya.

Remdesivir untuk obat Covid-19 dikembangkan oleh ilmuwan AS (Foto: Al-Arabiya)

New York, Jurnas.com - Sebuah penelitian menemukan bahwa obat antimalaria yang kerap dipuji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ternyata memiliki efek berbahaya.

Dikutip dari Science Alert pada Senin (25/5), chloroquin dan hydroxychloroquin tidak meringankan Covid-19. Sebaliknya, malah memicu komplikasi jantung dan meningkatkan risiko kematian.

Kesimpulan ilmuan didapat setelah melihat hasil dari 96.032 pasien yang dirawat di rumah sakit. 14.888 di antaranya mendapat perawatan dengan chloroquin dan hydroxychloroquin selama empat bulan.

Para pasien berasal dari 671 rumah sakit di enam benua, dan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet ini dipimpin oleh para peneliti di Rumah Sakit Women and Brigham di Boston.

Meskipun bukan termasuk uji coba terkontrol secara acak, ini adalah studi terbesar dari jenisnya pada pasien dengan Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru.

Studi ini juga memeriksa hasil dari pasien yang diobati dengan hydroxychloroquine, kombinasi hydroxychloroquine dan antibiotik makrolida, chloroquine, serta chloroquine dan antibiotik makrolida. Makrolida adalah jenis antibiotik yang mencakup azitromisin.

"Akhirnya penulis tidak dapat menemukan manfaat pada mereka yang diberi perawatan dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima kombinasi apa pun," tulis Lydya Ramsey dari Business Insider.

"Sebaliknya, penelitian ini menemukan peningkatan frekuensi detak jantung abnormal pada mereka yang menerima obat," lanjut dia.

"Mereka yang menerima obat memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak minum obat."

Sebelumnya dua penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine dan Journal of American Medical Association menemukan, di antara ribuan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, mereka yang menerima obat antimalaria hydroxychloroquine tidak lebih baik atau lebih buruk daripada pasien yang tidak menerima obat.

TAGS : Penelitian Covid-19 Donald Trump Hydroxychloroquin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :