Selasa, 29/09/2020 13:31 WIB

Selain Cantik, Refugia Juga Bisa Tarik Serangga

Refugia dapat menjadi tempat berlindung dan hidup bagi musuh alami dari jenis predator dan parasitoid maupun menjadi sumber makanan bagi serangga penyerbuk atau penghasil madu seperti lebah

Refugia melindungi tanaman dari serangan hama. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Refugia umumnya hanya dikenal sebagai tanaman berbunga di sekitar areal pertanaman budi daya. Namun siapa sangka tanaman tersebut dapat menarik serangga secara alami.

Beberapa jenisnya seperti bunga kertas, bunga matahari, bunga kenikir, bunga kembang sepatu, atau bunga wijen yang sering ditanam di pematang ataupun di pinggiran areal pertanaman sayuran maupun buah.

Selain memperindah pemandangan, ternyata ada beberapa manfaat lain dari refugia yang tidak bisa disepelekan dalam hubungannya dengan pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI). 

Refugia dapat menjadi tempat berlindung dan hidup bagi musuh alami dari jenis predator dan parasitoid maupun menjadi sumber makanan bagi serangga penyerbuk atau penghasil madu seperti lebah. Contohnya, serangga dari Ordo Hymenoptera Famili Scolitidae sebagai parasitoid bagi hama ulat bawang atau hama dari Ordo Lepidoptera.

Artinya, refugia dapat berperan dalam kelestarian musuh alami, menjaga keseimbangan agroekosistem dan membantu pengelolaan hama bagi tanaman budi daya.  Untuk menjaga optimalisasi peran refugia, maka petani harus mendukung penggunaan pestisida kimia sintetis secara benar dan bijaksana. 

Selain itu, keberadaan refugia juga membantu menjaga kelembapan tanah di sekitarnya. Rimbunnya refugia, dapaat memberikan penguapan tanah akibat cahaya matahari dapat dikurangi. Dengan demikian, secara tidak langsung dapat membantu mitigasi risiko kekeringan di areal pertanaman dalam skala mikro.
 
Direktur Perlindungan Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Sri Wijayanti Yusuf sangat mendukung penanaman refugia di dalam maupun sekitar pertanaman hortikultura.

"Saya merekomendasikan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) agar melakukan sosialisasi kepada petani untuk menanam refugia pada komoditas hortikultura," ujar Yanti dalam keterangan tertulisnya.

"Manfaatnya sudah dapat dibuktikan. Oleh karena itu, diharapkan bantuan para petugas Pengendali OPT (POPT) di lapangan untuk dapat mengawal petani menanam refugia," sambungnya.

Saat ini cukup banyak kelompok tani sayuran dan buah yang menanam refugia. POPT bersama petani menyatakan, penanaman refugia cukup membantu mengurangi serangan OPT. Kelompok Tani Rukun asal Kecamatan Karang Kalasan, Kabupaten  Sleman, Yogyakarta baru-baru ini memberikan testomoninya.

"Refugia sangat bermanfaat bagi petani karena untuk singgah musuh alami hama dan dampaknya sangat nyata. Penggunaan pestisida juga menjadi sangat berkurang," ujar Janu.

Ia juga menyatakan bahwa umbi bawang merahnya bagus selama menggunakan refugia. "Saat ini tanaman sudah berusia 58 hari. Rencananya, habis lebaran akan kami panen," lanjutnya. 

Langkah ini menunjukkan adanya optimisme bahwa manfaat refugia semakin terasa. Dengan mengorbankan sedikit lahan untuk ditanami refugia, diharapkan serangan OPT dan penggunaan pestisida kimia sintetik benar-benar dapat diturunkan.

TAGS : Pestisida Sintetis Refugia Penarik Hama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :