Selasa, 14/07/2020 14:00 WIB

Cuti Hamil Ditolak, Dokter Aljazair Tewas Terpapar Corona

Menteri Kesehatan Abderrahman Aljazair, Benbouzid memecat direktur rumah sakit Ras El Oued di Aljazair timur setelah Wafa Boudissa meninggal setelah tidak mampu bertahan melawan COVID-19.

Wafa Boudissa, 28, hamil delapan bulan dan bekerja di unit bedah IC rumah sakit ketika dia meninggal pada hari Jumat. (Foto: Media sosial)

Aljazair, Jurnas.com - Seorang dokter Aljazair tewas dalam keadaan hamil karena penyakit COVID-19. Tak diberikan cuti hamil memicu keributan dan pemecatan seorang direktur rumah sakit pada Minggu (18/5).

Menteri Kesehatan Abderrahman Aljazair, Benbouzid memecat direktur rumah sakit Ras El Oued di Aljazair timur setelah Wafa Boudissa meninggal setelah tidak mampu bertahan melawan COVID-19.

Dokter berusia 28 tahun itu hamil delapan bulan dan bekerja di unit bedah IC rumah sakit ketika meninggal pada Jumat (15/5).

Ia meminta kepala rumah sakit, yang tidak disebutkan namanya, untuk cuti hamil awal, tetapi menolak untuk membiarkannya mengambil cuti. Kolega korban telah mendukung permintaannya dan menandatangani petisi solidaritas, kata salah satu dari mereka.

Benbouzid memerintahkan penyelidikan atas kematian Boudissa dan, dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, menugaskan inspektur jenderal kementerian kesehatan untuk memimpin penyelidikan.

Sumber yang dekat dengan kasus itu mengatakan bahwa siapa pun yang ditemukan bertanggung jawab langsung atas kematiannya dapat diadili karena pembunuhan yang lalai.

Televisi pemerintah sementara itu menyiarkan rekaman yang menunjukkan Benbouzid mengunjungi rumah sakit dan kemudian keluarga Boudissa pulang untuk menyampaikan belasungkawa.

Dalam rekaman itu, Benbouzid mengatakan  tidak bisa memahami mengapa seorang wanita hamil dipaksa untuk bekerja, sementara rekan kerja Boudissa mengecam mereka yang berada di belakang kematiannya.

Sebuah keputusan presiden yang dikeluarkan pada awal pandemi coronavirus baru telah menyatakan bahwa wanita hamil dan mereka yang membesarkan anak-anak adalah di antara individu yang diizinkan untuk mengambil cuti luar biasa dari pekerjaan.

Menurut angka yang dinyatakan secara resmi, kasus virus corona baru di Aljazair sudah tembus 6.821 orang, termasuk 542 kematian, sejak Februari 2020.

TAGS : Cuti Ditolak Dokter Aljazair Tewas Hamil




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :