Selasa, 07/07/2020 04:34 WIB

Tanam Dipercepat, Penyuluh dan Petani Sukabumi Perkuat Sinergi

 FAO menyatakan setelah pandemi virus corona baru (COVID-19) ini akan terjadi krisis pangan dunia.

Dinas Pertanian bersama penyuluh dan petani melakukan pengecekan saluran air pertanian. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh insan pertanian untuk mengantisipasi krisis pangan dan musim kemarau panjang dengan penanaman lebih cepat dan penyaluran sarana dan prasarana yang tepat.

Seruan itu disampaikan menyusul peringatan dari FAO yang menyatakan setelah COVID-19 ini akan hadir krisis pangan dunia dan rekomendasi BMKG tentang datangnya kemarau panjang  di bulan-bulan mendatang 2020.

Kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak juga diharapkan agar antisipasi dapat dilakukan dengan maksimal. Seperti halnya yang dilakukan Kementerian Pertanian dengan (Kementan) Pemerintah Daerah, yaitu khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat menyampaikan adanya prediksi curah hujan yang masih tinggi di Mei. Hal itupun mejadi momentum bagi Kabupaten Sukabumi untuk melakukan percepatan olah tanah dan tanam padi.

Hal ini dilakukan juga sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Pada bulan Mei, diprediksi curah hujan masih relatif tinggi sehingga cukup bagus untuk melakukan penanaman komoditas pangan, terutama padi sawah. Tugas kami menyediakan ketersedian pangan bagi masyarakat," kata pada, Rabu (13/5).

"Maka itu, kita lakukan percepatan olah tanah dan tanam di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi mengantisipasi prediksi Juni yang akan memasuki kemarau. Petani yang didampingi Penyuluh langsung menyiapkan lahan untuk segera ditanami kembali," tambahnya.

Salah satu Kecamatan yang melakukan percepatan tanam yaitu Kecamatan Sukabumi.

Diat Sujatman sebagai Koordinator BPP Kecamatan Sukabumi menuturkan sebagai persiapan pihaknya melakukan monitoring Jaringan Irigasi Desa (Jides) agar olah tanah dan tanam padi tak mengalami hambatan pengairan.

"Monitoring Jides ini salah satu upaya untuk menjaga pasokan air saat petani mengolah lahan dan menanam. Olah tanah dan tanam padi tanpa dibarengi pengairan bagus tidak mungkin maksimal hasilnya. Sebab, penanaman padi membutuhkan pengairan yang cukup," ujar Diat.

Diat juga menambahkan Distan Kabupaten Sukabumi sudah berupaya maksimal memperbaiki saluran irigasi di area persawahan untuk kelancaran penanaman padi.

"Kedepan petani yang harus menjaga dan memelihara irigasi-irigasi yang sudah diperbaiki tersebut," kata Diat.

Produktivitas padi di Kecamatan yang terletak di dataran tinggi ini mencapai 6,8 ton per hektare. Hingga Mei ini luas panen sudah mencapai 463 hektare.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga meminta Penyuluh terus membantu dan mendampingi petani dalam melakukan panen dan percepatan tanam kembali.

Yang tidak kalah penting adalah mengamankan kebutuhan pangan dari hulu sampai hilir, dari produksi sampai distribusi," kata Dedi.

TAGS : Percepatan Tanam Penyuluh Pertanian Sukabumi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :