Sabtu, 11/07/2020 06:15 WIB

Bulog Ajak Pedagang Sukseskan Satu Harga Gula di Seluruh Indonesia

Impor gula yang baru saja didatangkan dari India sedikitnya 22.000 ton itu merupakan sebagian dari izin impor yang diberikan negara kepada Bulog dari total 50.000 ton. 

Gula kristal putih. (Foto: Bulog)

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengajak pedagang pasar untuk menyukseskan kebijakan satu harga untuk harga gula di seluruh Indonesia.

"Bulog mengeluarkan kebijakan satu harga untuk harga gula di seluruh Indonesia, dan agar ini berjalan efektif, Bulog mengajak para pedagang pasar bekerja sama menyukseskan program ini," kata Budi Waseso usai memantau stabilisasi harga di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/5).

Budi Waseso mengatakan, kegiatan stabilisasi harga yang bekerjasama dengan para pedagang pasar ini selain menjamin harga gula nasional stabil hingga di tingkat konsumen dan serentak dilaksanakan di seluruh pasar Indonesia mulai hari ini hingga Lebaran.

"Saya sudah instruksikan seluruh jajaran Bulog di seluruh Indonesia bahwa kita akan memberikan harga gula senilai Rp11.000 per kg ke pedagang, kemudian pedagang akan menjual maksimal seharga harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kg ke konsumen" kata Budi Waseso.

Sebagaimana diketahui bahwa harga gula pasir di tingkat konsumen sejak menjelang bulan Ramadaan hingga saaat ini mencapai harga Rp.19.000 per kg sehingga perlu intervensi yang masif dari pemerintah.

Mantan Kepala Badan Nasional Narkotika itu optimistis dengan stok gula yang dikuasai Perum Bulog, harga gula dapa kembali ke harga normal Rp12.500 per kg.

"Kami optimis bahwa harga gula bisa kembali ke HET, setiap pedagang nanti kita mintakan surat pernyataannya untuk menjual maksimal seharga HET Rp12.500 per kg dan jika ada yang melanggar kita akan laporkan kepada Satgas Pangan," ujar Budi Waseso.

Selain itu, Budi Waseso juga menyampaikan bahwa jumlah stok beras yang tersebar di seluruh wilayah kerja Perum Bulog hingga saat ini mencapai 1,4 juta ton.

Perum Bulog juga terus melakukan pengadaan dalam negeri berupa gabah dan beras dari petani yang saat ini sedang panen raya dan hingga pertengahan Mei ini serapan Bulog sudah mencapai 290.000 ton.

Sekadar diketahui, impor gula yang baru saja didatangkan dari India sedikitnya 22.000 ton itu merupakan sebagian dari izin impor yang diberikan negara kepada Bulog dari total 50.000 ton. Impor gula merupakan bagian dari penugasan negara untuk stabilisasi harga gula pasir.

TAGS : Perum Bulog Stabilisasi Harga Budi Waseso Harga Gula




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :