Sabtu, 30/05/2020 00:28 WIB

Ilmuwan Iran yang Ditahan di AS Bebas

Ia mencatat, Kementerian Luar Negeri Iran sudah bekerja keras untuk membuka jalan bagi kembalinya ilmuwan ke negara itu dan semua tindakan yang diperlukan telah diambil dalam hal ini.

Menteri Luar Negeri Iran Mohmmad Javad Zarif mengenakan masker sebagai sarana perlindungan terhadap virus cornona , selama pertemuan kabinet di ibukota Teheran pada 11 Maret 2020. (Foto: Kepresidenan Iran)

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, seorang ilmuwan Iran, yang ditahan di Amerika Serikat (AS) dengan alasan tidak berdasar sudah dibebaskan dan akan kembali ke negara itu jika tidak terjangkit virus corona (COVID-19).

"Dia bebas," kata Zarif kepada wartawan setelah mengambil bagian dalam sebuah sesi Komite Parlemen Iran tentang Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri pada Senin (11/5).

"Sirous Asgari telah dibebaskan dari tuduhannya dan jika dia dites negatif untuk COVID-19, dia bisa kembali ke negara itu pada penerbangan pertama," sambungnya.

Ia mencatat, Kementerian Luar Negeri Iran sudah bekerja keras untuk membuka jalan bagi kembalinya ilmuwan ke negara itu dan semua tindakan yang diperlukan telah diambil dalam hal ini.

Asgari, seorang profesor ilmu material di Universitas Teknologi Sharif, ditangkap di Amerika Serikat pada pertengahan 2017. Saat itu, FBI menuduh ilmuwan telah berbagi informasi tentang proyek yang telah ia lakukan pada cuti panjang di AS lima tahun sebelumnya dengan murid-muridnya.

Otoritas hukum AS kemudian menuduhnya menahan informasi dalam proses aplikasi visa, menghindari sanksi, dan mentransfer teknologi ke Iran.

Asgari berulang kali memohon pembebasannya sejak Maret, mengeluh tentang kondisi penahanan yang tidak bersih dan kepadatan di fasilitas Louisiana, tempat ia ditahan.

Di tempat lain dalam sambutannya, Zarif mencatat sudah mengumumkan di New York sekitar 1,5 tahun yang lalu bahwa Teheran siap menukar semua tahanan Iran, yang berada di penjara di AS atau negara lain di bawah tekanan AS. Namun, tidak direspons.

Juru Bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei mengatakan, Iran menyatakan kesiapannya untuk bertukar tahanan dengan Amerika Serikat, tetapi mereka tidak akan menerima prasyarat apa pun dari Washington.

"Kami telah menyatakan bahwa ada kesiapan untuk menukar semua tahanan dan mendiskusikan pembebasan mereka tanpa prasyarat apa pun, tetapi AS telah menolak untuk menanggapi," katanya kepada situs berita Khabaronline, pada Minggu (10/5).

TAGS : Mohammad Javad Zarif Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :