Kamis, 28/01/2021 15:47 WIB

Sektor Kesehatan Iran Kembali Dapat Kucuran Dana Sebesar Rp3,9 Triliun

Pejabat itu mengatakan 3 triliun real lainnya akan diberikan bonus bagi staf perawatan kesehatan yang menghadapi pandemi di Iran.

Viru corona atau COVID-19 (Foto: Shutterstock)

Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran kembali mengalokasikan sekitar USD260 juta atau sekitar Rp3,9 triliun di sektor kesehatan untuk membantu rumah sakit dan rumah perawatan mengatasi pandemi virus corona baru (COVID-19).

Dinukil dari Press TV, Wakil Presiden Iran, Mohammad Bagher Nobakht mengatakan, garis hidup baru sudah dimungkinkan dengan menarik dari dana kekayaan berdaulat Iran.

Nobakht mengatakan,uang itu akan dihabiskan kementerian kesehatan Iran untuk pembelian obat-obatan, alat diagnostik dan peralatan medis yang diperlukan di rumah sakit untuk mengobati pasien yang menderita COVID-19.

Nobakhat mengatakan sekitar sepertiga dari paket penyelamatan, sekitar 15 triliun real, akan diperuntukkan bagi rumah sakit yang secara eksklusif merawat pasien COVID-19.

Pejabat itu mengatakan 3 triliun real lainnya akan diberikan bonus bagi staf perawatan kesehatan yang menghadapi pandemi di Iran.

Nobakht mengatakan pemerintah juga menggunakan angsuran pertama paket penyelamatan 1 miliar euro yang disediakan oleh Dana Pembangunan Nasional Iran untuk membayar tunjangan kepada pekerja yang kehilangan pekerjaan karena pandemi.

Dia mengatakan bantuan pemerintah untuk mengambil manfaat dana untuk membantu mereka mengatasi dampak pandemi akan berjumlah 15 triliun real dengan pembayaran lain yang direncanakan untuk minggu depan.

Iran telah mampu mendanai berbagai skema untuk memerangi pandemi COVID-19 meskipun ada serangkaian sanksi Amerika yang telah memperketat keuangan pemerintah.

Washington bahkan telah berusaha untuk memblokir permintaan oleh Iran kepada Dana Moneter Internasional untuk pinjaman darurat yang negara tersebut perlu mengatasi pandemi.

Jumlah total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Iran  mencapai 101.650. Sekitar 81.587 orang sudah pulih dari penyakit itu sejak ditemukan di negara itu pada 19 Februari, sementara total 6.418 telah meninggal.

TAGS : Virus Corona Mohammad Bagher Nobakht Dona




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :