Selasa, 07/07/2020 17:27 WIB

Qatar Airways Mulai Beroperasi Bulan Ini

Qatar Airways pada bulan Maret mengatakan membakar cadangan uang tunai dan pada akhirnya akan mencari bantuan pemerintah

Qatar Airways (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Pengelola Qatar Airways mengatakan bahwa bulan ini akan mulai membangun kembali jaringannya, sebagai antisipasi negara-negara akan mengurangi pembatasan perjalanan udara dan berdasarkan pemantauan tren penumpang.

Qatar Airways milik negara telah menjadi salah satu dari sedikit maskapai penerbangan yang melanjutkan penerbangan terjadwal reguler selama penguncian global untuk mempertahankan layanan ke sekitar 30 tujuan.

Secara bertahap akan melanjutkan penerbangan ke beberapa dari 165 tujuan yang dilayani sebelum wabah, bertujuan untuk terbang ke 52 tujuan pada akhir Mei dan hingga 80 tujuan pada bulan Juni.

"Kami telah membangun tingkat kepercayaan yang kuat dengan penumpang, pemerintah, perdagangan dan bandara sebagai mitra yang dapat diandalkan selama krisis ini dan kami bermaksud untuk terus memberikan misi ini karena kami secara bertahap memperluas jaringan kami," kata Chief Executive Akbar al-Baker dalam sebuah pernyataan dilansir Middleeast, Kamis (07/05).

Tetapi maskapai mengatakan pembatasan masuk terus berkembang, sehingga sulit untuk memprediksi perjalanan di masa depan.

Perjalanan jarak pendek diperkirakan akan pulih lebih dulu, sementara permintaan antara kota-kota global besar akan membutuhkan waktu untuk dijemput, meskipun orang ingin melihat teman dan keluarga setelah berbulan-bulan terkunci.

Penerbangan akan ditambahkan secara bertahap, kata maskapai itu, berdasarkan pemantauan arus penumpang dan tren pemesanan.

Pada Juni, itu bertujuan untuk terbang ke 33 tujuan Asia-Pasifik, 23 melintasi Eropa, 20 di Timur Tengah dan Afrika dan empat di Amerika, banyak di antaranya telah melarang orang asing masuk.

Industri penerbangan telah menjadi salah satu yang paling terpukul oleh krisis coronavirus, yang telah menghancurkan permintaan perjalanan karena pemerintah menutup perbatasan mereka.

Qatar Airways pada bulan Maret mengatakan mengeluarkan cadangan uang tunai dan pada akhirnya akan mencari bantuan pemerintah. Sejak itu telah memotong sementara gaji dan mengatakan kepada staf untuk mempersiapkan pemangkasan pekerjaan yang substansial.

Sementara itu, Etihad Airways berencana memulai kembali penerbangan penumpang pada Mei, dimana awalnya untuk menunda sampai pertengahan Juni.

TAGS : Qatar Airways Maskapai Penerbangan Virus Corona




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :