Jum'at, 04/12/2020 15:29 WIB

Polbangtan Manokwari Lakukan Pendampingan Pembangunan Pertanian di Tengah COVID-19

PLK dan pendampingan ini diharapkan mampu membuat perubahan wajah BPP menjadi lebih baik, seperti yang diserukan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam Program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

PKL dan pendampingan pembangunan pertanian. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari kembali mengirim 92 orang mahasiswa ke 12 Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk melakukan pendampingan pembangunan pertanian.

Seperti yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, Pendampingan Pembangunan Pertanian Polbangtan Manokwari juga dirangkaikan dengan Program Praktik Kerja Lapang tahap II (PKL II).

Ketua Panitia PKL II dan Pendampingan, Detia Tri Yunandar menyampaikan bahwa para mahasiswa tersebut tersebar ke empat Provinsi di Tanah Air, yaitu Papua Barat, Papua, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

"Pelaksanaan PKL II dan Pendampingan Pembangunan Pertanian berlangsung selama tiga bulan. Adapun indikator keberhasilan mahasiwa dalam kegiatan ini terletak pada kemampuan beradaptasi dengan lingkungan serta mampu menyelesaikan laporan," ujar Detia pada Jumat (1/5).

Detia berharap PLK dan pendampingan ini mampu membuat perubahan wajah BPP menjadi lebih baik, seperti yang diserukan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam Program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Sementara itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengimbau generasi tani milenial bersama penyuluh bersama-sama turun lapang melakukan Learning Form Home (LFH).

Ia meminta Mahasiswa Politeknik lingkup BPPSDMP Kementan untuk melakukan pendampingan kepada kelompok tani ataupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan bersinergi dengan Kostratani.

Langkah tersebut diambil dalam upaya membantu petani meningkatkan produsi dan kesejahteraan, mengenalkan inovasi tepat guna, dan mencarikan pasar agar pertanian terus berjalan.

"Mengingat wabah Covid-19 yang masih merajalela, pertanian menjadi garda terdepan dalam penyediaan pangan," ujar Dedi.

Kepala BPP Warmare, Manokwari, Papua Barat,  Hamid Sultoni, yang juga mendapat amanah untuk mengawal Kostratani di BPP Warmare, telah menyusun program untuk mensinergikan Program Kostrani dengan Program PKL II Mahasiswa Polbangtan Manokwari agar berjalan beriringan.

"Pekarangan kami di sini luas, ada satu jonder dan dua traktor silahkan digunakan untuk olah tanah," sebut Hamid pada Mahasiswa Polbangtan Manokwari.

TAGS : Polbangtan Manokwari Penyuluh Pertanian Dedi Nursyamsi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :